Taliban Melarang Film, Bioskop Bersejarah Afghanistan Dihancurkan

Jum'at, 19 Desember 2025 - 14:18 WIB
loading...
Taliban Melarang Film,...
Bioskop Ariana yang bersejarah di Kabul, Afghanistan, dihancurkan di tengah larangan Taliban terhadap pemutaran film. Foto/khaama
A A A
KABUL - Sebuah bioskop bersejarah di Kabul, Afghanistan, yang selama beberapa dekade menarik para penggemar film kota itu dihancurkan di tengah larangan pemutaran film oleh Taliban. Bioskop terkenal itu dihancurkan untuk memberi jalan bagi pembangunan pusat perbelanjaan.

Dibangun pada tahun 1960-an, Bioskop Ariana dijarah dan dihancurkan dalam perang saudara Afghanistan tahun 1992-1996, sebelum upaya restorasi yang dipimpin Prancis yang membuatnya dibuka kembali pada tahun 2004.

Namun dengan kembalinya otoritas Taliban pada tahun 2021 dan larangan mereka terhadap film, musik, dan hiburan lainnya di bawah interpretasi ketat mereka terhadap hukum Islam, bioskop tersebut hanya digunakan untuk film propaganda sesekali sebelum akhirnya ditutup selamanya.

Baca Juga: Praktikkan Qisas, Taliban Dilaporkan Paksa Bocah 13 Tahun Mengeksekusi Pria Pembunuh Keluarganya

Pada hari Kamis, sebuah buldoser menghancurkan dinding di tengah tumpukan puing di lokasi tersebut.

Sebuah spanduk menyatakan bahwa "pasar modern standar akan dibangun".

"Hati saya hancur mendengar berita penghancuran Bioskop Ariana. Kami memiliki banyak kenangan indah dari bioskop itu," kata seorang warga Kabul berusia 65 tahun, yang menolak menyebutkan namanya karena alasan keamanan, kepada AFP, Jumat (19/12/2025).

"Pada tahun 1970-an, bioskop ini biasa menayangkan film-film India dan Iran di tahun-tahun awal; kemudian, mereka juga mulai menayangkan film-film Rusia, Inggris, Prancis, dan Eropa," kata wanita itu.

"Mereka biasa menayangkan film-film revolusioner, film-film yang menunjukkan perjuangan rakyat, dan orang-orang menontonnya dengan penuh semangat," imbuh dia.

Pekerjaan restorasi pada tahun 2004 diawasi oleh arsitek Prancis; Frederic Namur dan Jean-Marc Lalo, dan dibiayai oleh sebuah asosiasi yang dipimpin oleh sutradara Prancis; Claude Lelouch, yang memenangkan hadiah utama Palme d'Or di Cannes pada tahun 1966 untuk film "A Man and a Woman".

Penulis dan pembuat film Prancis-Afghanistan Atiq Rahimi, yang film pertamanya ditayangkan di Bioskop Ariana pada tahun 2004, sangat sedih mendengar berita ini.

“Bioskop Ariana bukanlah reruntuhan yang harus dihancurkan, melainkan kenangan yang harus dihidupkan kembali. Bioskop itu sudah pernah hancur sekali akibat perang saudara. Kali ini, lebih buruk lagi: bioskop itu dihapus atas nama 'modernitas'. Modernitas tanpa jiwa, tanpa gambar, tanpa keheningan bersama dalam kegelapan,” kata Rahimi kepada AFP dari tempat pengasingan.

Ketika filmnya diputar di Bioskop Ariana, “kami percaya, untuk sesaat, bahwa budaya dapat bertahan dari kebiadaban. Menghancurkan bioskop bukanlah membangun masa depan.”

Bioskop lain di Kabul, Park Cinema, juga telah dihancurkan, dan akan digantikan oleh pusat perbelanjaan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Dunia Serukan Penghentian...
Dunia Serukan Penghentian Segera Perang Afghanistan dan Pakistan
Industri Perfilman Indonesia...
Industri Perfilman Indonesia Masuki Era Baru Pendanaan Digital, Puluhan Proyek Film Siap Dikembangkan
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Otto Media Grup dan...
Otto Media Grup dan SOMETHINC Dorong Kolaborasi Bisnis Kreator
Mulai 1 Juli 2026, Keberangkatan...
Mulai 1 Juli 2026, Keberangkatan Jemaah Umrah di Bandara Soekarno-Hatta Terpusat di Terminal 2F: Cek Tahapannya!
Jadwal Formula 1 Lenovo...
Jadwal Formula 1 Lenovo Austrian Grand Prix 2026, Live Streaming di VISION+
Berita Terkini
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Infografis
4 Kesepakatan Bersejarah...
4 Kesepakatan Bersejarah Amerika Serikat-Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved