10 Komandan Militer Terburuk dengan Kekalahan Memalukan

Senin, 21 September 2020 - 06:30 WIB
loading...
A A A
Dia hanya terlalu berhati-hati karena memperoleh informasi yang salah tentang jumlah pasukan lawan. Akibatnya Jenderal Robert Lee dari pihak Selatan berhasil memukul mundur pasukannya dalam Pertempuran Tujuh Hari. McClellan kemudian ditarik ke Washington dan memimpin pasukan mempertahankan ibu kota. (Baca juga: Sejarawan Ungkap Penanganan COVID-19 Sama dengan Flu Spanyol Pada 1918)

Saat pasukan Jenderal Lee bergerak ke utara menuju Maryland, pasukan McClellan mencegatnya dan terlibat dalam Pertempuran Antietam pada 17 September 1862. Lagi-lagi pergerakan McClellan dianggap kurang cepat hingga tidak berhasil mengalahkan pasukan Jenderal Lee. Akibatnya Lincoln menariknya dari kesatuan pada bulan November 1862.

8. Maurice Gamelin
10 Komandan Militer Terburuk dengan Kekalahan Memalukan

Maurice Gustave Gamelin adalah jenderal Angkatan Darat Prancis. Gamelin dikenal karena komando gagalnya (sampai 17 Mei 1940) dari militer Prancis saat Pertempuran Prancis (10 Mei–22 Juni 1940) pada Perang Dunia II dan pendiriannya terhadap nilai-nilai republikan.

Gamelin adalah pendukung kuat dari strategi pertahanan berdasarkan Garis Maginot. Dan sebagai komandan pasukan Sekutu di Barat ketika Perang Dunia II meletus, dia tidak melakukan tindakan ofensif. (Baca juga: Kesalahan Konyol yang Mengubah Sejarah Dunia)

Gamelin dikejutkan oleh serangan Jerman melalui Ardennes yang memotong front Sekutu menjadi dua pada Mei 1940. Dia diberhentikan dari posisinya pada 19 Mei dan kemudian diadili pada 1943 serta ditahan di Jerman sampai akhir perang.

9. Arthur Percival
10 Komandan Militer Terburuk dengan Kekalahan Memalukan

Percival adalah perwira angkatan Darat Inggris Raya yang dikenal sebagai komandan pasukan persemakmuran di Malaya-Britania (kini Malaysia dan Singapura) yang dikalahkan Angkatan Darat Kekaisaran Jepang yang menaklukkan Malaya pada Februari 1942 setelah berakhirnya Pertempuran Singapura.

Kekalahan pasukan Britania pimpinan Percival kepada pasukan Jepang yang lebih kecil merupakan kekalahan paling parah dalam sejarah militer Inggris Raya. Kekalahan itu menjatuhkan citra dan gengsi Britania di Asia yang tidak lagi melihat Britania sebagai bangsa yang tak terkalahkan. (Baca juga: Laut Jawa, Kekalahan Telak Sekutu hingga Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki)

10. Pavel Grachev
10 Komandan Militer Terburuk dengan Kekalahan Memalukan

Pavel adalah Jendral Tentara Rusia dan pahlawan Uni Soviet (1988). Pada pertengahan 1990, Grachev bersahabat dekat dengan Presiden Rusia, Boris Yeltsin dan menjabat sebagai Menteri Pertahanan Rusia dari Mei 1992- Juni 1996. (Lihat grafis: Kapal Angsa Siap Menantang Pelancong Keliling Benua)

Pada 1994 dia memainkan peranan penting dalam memulai Perang Chechya pertama. Ia berjanji akan menghancurkan usaha rakyat Chechnya merdeka hanya dengan dua resimen pasukan payung. Demikian kutipan ucapannya paling terkenal yang diduga telah menyebabkan dirinya kehilangan jabatannya setelah Rusia kalah di perang Chechya dua tahun kemudian.

Sumber: www.listverse.com
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Iran Dilaporkan Tolak...
Iran Dilaporkan Tolak Mentah-Mentah Proposal Gencatan Senjata AS
Rekomendasi
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi Diterima, Polda Metro Jaya: Itu Bukan Akhir dari Semuanya
Program Magang Nasional,...
Program Magang Nasional, Strategi Pemerintah Tekan Angka Pengangguran
Berita Terkini
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved