10 Komandan Militer Terburuk dengan Kekalahan Memalukan
Senin, 21 September 2020 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
Lagipula, di waktu yang sama, pasukan Texas di bawah Jenderal Sam Houston berhasil menjarah pelabuhan sepanjang Teluk Meksiko dan mendapat persenjataan dan amunisi yang cukup. Dia akhirnya harus menanggung malu saat tertangkap oleh pasukan AS pada Perang Meksiko - AS (1846-1848).
4. Darius III
![10 Komandan Militer Terburuk dengan Kekalahan Memalukan]()
Mengapa Aleksander Agung disebut "Agung"? Tentu saja, karena ia berhasil menyelesaikan apa yang ayahnya, Filipus II, tinggalkan. Salah satunya adalah menaklukkan Kekaisaran Akhemeniyah (Persia) di bawah kekuasaan Makedonia.
Tentu saja, hal tersebut juga berkat kebodohan Darius III sebagai pemimpin Kekaisaran Akhemeniyah saat itu. Di bawah pemerintahannya, Darius III harus kehilangan Kekaisaran Akhemeniyah di bawah penaklukkan Aleksander.
Saking pengecutnya, dikatakan bahwa dalam dua pertempuran penting antara Makedonia dan Akhemeniyah, Pertempuran Issus (333 SM) dan Gaugamela (331 SM), meskipun memiliki jumlah yang lebih besar, Darius III tetap takluk dari Aleksander.
Dan, tak mau kalah, ia melarikan diri dengan kereta kudanya. (Baca juga: Biaya Pemakaman Termahal di Dunia, Alexander Agung Rp6,4 Triliun)
Beberapa sejarawan bahkan berkata bahwa dari seluruh angkatan militer Persia, Darius III lah yang pertama kali melarikan diri. Ia mengorbankan setengah pasukannya pada perang Gaugamela.
5. Redvers Henry Buller
![10 Komandan Militer Terburuk dengan Kekalahan Memalukan]()
Jenderal Sir Redvers Henry Buller adalah seorang perwira Angkatan Darat Inggris dan penerima Victoria Cross, penghargaan tertinggi atas keberanian dalam menghadapi musuh yang dapat diberikan kepada Inggris dan pasukan Persemakmuran. Dia menjabat sebagai Panglima Pasukan Inggris di Afrika Selatan selama bulan-bulan awal Perang Boer Kedua dan kemudian memimpin tentara di Natal hingga kembali ke Inggris pada November 1900. (Baca juga: Indonesia Panaskan Perang Drone Militer Masa Depan)
Dikenal sebagai "Reverse" Buller oleh pasukannya selama Perang Boer Kedua, menjadi pemimpin militer Inggris pertama yang kalah di Pertempuran Colenso dan kemudian kehilangan posisinya sebagai komandan militer. Dia terus menderita kekalahan di peperangan Spion Kop dan Vaal Krantz yang menjadikan Inggris menderita kerugian besar.
6. Rodolfo Graziani
![10 Komandan Militer Terburuk dengan Kekalahan Memalukan]()
Rodolfo Graziani adalah seorang perwira militer Italia terkemuka di Regio Esercito ("Tentara Kerajaan") di Kerajaan Italia, terutama terkenal karena kampanyenya di Afrika sebelum dan selama Perang Dunia II. Seorang fasis berdedikasi, dia adalah tokoh kunci dalam militer Italia pada masa pemerintahan Victor Emmanuel III.
Graziani memainkan peran penting dalam konsolidasi dan perluasan kerajaan Italia selama 1920-an dan 1930-an, pertama di Libya dan kemudian di Ethiopia. Tak lama setelah Italia memasuki Perang Dunia II, ia kembali ke Libya sebagai komandan pasukan di Italia Afrika Utara tetapi mengundurkan diri setelah serangan Inggris (1940-41) mengalahkan pasukannya. (Baca juga:
Enheduanna: Putri Raja, Pendeta, dan Penyair Perempuan Pertama di Dunia)
Graziani tidak pernah dituntut oleh Komisi Kejahatan Perang PBB; padahal ia termasuk dalam daftar orang Italia yang memenuhi syarat untuk dituntut atas kejahatan perang, tetapi Italia dan Inggris menentang upaya Ethiopia pasca perang untuk membawanya ke pengadilan. Pada 1948, pengadilan Italia menghukumnya 19 tahun penjara karena bekerja sama dengan Nazi.
7. George B. McClellan
![10 Komandan Militer Terburuk dengan Kekalahan Memalukan]()
McClellan adalah seorang jenderal tentara pihak Utara selama Perang Saudara Amerika Serikat. Dalam Kampanye Peninsula (4 April - 1 Juli 1862), McClellan memperoleh banyak kemenangan dan sebenarnya tidak pernah menderita kekalahan.
4. Darius III

Mengapa Aleksander Agung disebut "Agung"? Tentu saja, karena ia berhasil menyelesaikan apa yang ayahnya, Filipus II, tinggalkan. Salah satunya adalah menaklukkan Kekaisaran Akhemeniyah (Persia) di bawah kekuasaan Makedonia.
Tentu saja, hal tersebut juga berkat kebodohan Darius III sebagai pemimpin Kekaisaran Akhemeniyah saat itu. Di bawah pemerintahannya, Darius III harus kehilangan Kekaisaran Akhemeniyah di bawah penaklukkan Aleksander.
Saking pengecutnya, dikatakan bahwa dalam dua pertempuran penting antara Makedonia dan Akhemeniyah, Pertempuran Issus (333 SM) dan Gaugamela (331 SM), meskipun memiliki jumlah yang lebih besar, Darius III tetap takluk dari Aleksander.
Dan, tak mau kalah, ia melarikan diri dengan kereta kudanya. (Baca juga: Biaya Pemakaman Termahal di Dunia, Alexander Agung Rp6,4 Triliun)
Beberapa sejarawan bahkan berkata bahwa dari seluruh angkatan militer Persia, Darius III lah yang pertama kali melarikan diri. Ia mengorbankan setengah pasukannya pada perang Gaugamela.
5. Redvers Henry Buller

Jenderal Sir Redvers Henry Buller adalah seorang perwira Angkatan Darat Inggris dan penerima Victoria Cross, penghargaan tertinggi atas keberanian dalam menghadapi musuh yang dapat diberikan kepada Inggris dan pasukan Persemakmuran. Dia menjabat sebagai Panglima Pasukan Inggris di Afrika Selatan selama bulan-bulan awal Perang Boer Kedua dan kemudian memimpin tentara di Natal hingga kembali ke Inggris pada November 1900. (Baca juga: Indonesia Panaskan Perang Drone Militer Masa Depan)
Dikenal sebagai "Reverse" Buller oleh pasukannya selama Perang Boer Kedua, menjadi pemimpin militer Inggris pertama yang kalah di Pertempuran Colenso dan kemudian kehilangan posisinya sebagai komandan militer. Dia terus menderita kekalahan di peperangan Spion Kop dan Vaal Krantz yang menjadikan Inggris menderita kerugian besar.
6. Rodolfo Graziani

Rodolfo Graziani adalah seorang perwira militer Italia terkemuka di Regio Esercito ("Tentara Kerajaan") di Kerajaan Italia, terutama terkenal karena kampanyenya di Afrika sebelum dan selama Perang Dunia II. Seorang fasis berdedikasi, dia adalah tokoh kunci dalam militer Italia pada masa pemerintahan Victor Emmanuel III.
Graziani memainkan peran penting dalam konsolidasi dan perluasan kerajaan Italia selama 1920-an dan 1930-an, pertama di Libya dan kemudian di Ethiopia. Tak lama setelah Italia memasuki Perang Dunia II, ia kembali ke Libya sebagai komandan pasukan di Italia Afrika Utara tetapi mengundurkan diri setelah serangan Inggris (1940-41) mengalahkan pasukannya. (Baca juga:
Enheduanna: Putri Raja, Pendeta, dan Penyair Perempuan Pertama di Dunia)
Graziani tidak pernah dituntut oleh Komisi Kejahatan Perang PBB; padahal ia termasuk dalam daftar orang Italia yang memenuhi syarat untuk dituntut atas kejahatan perang, tetapi Italia dan Inggris menentang upaya Ethiopia pasca perang untuk membawanya ke pengadilan. Pada 1948, pengadilan Italia menghukumnya 19 tahun penjara karena bekerja sama dengan Nazi.
7. George B. McClellan

McClellan adalah seorang jenderal tentara pihak Utara selama Perang Saudara Amerika Serikat. Dalam Kampanye Peninsula (4 April - 1 Juli 1862), McClellan memperoleh banyak kemenangan dan sebenarnya tidak pernah menderita kekalahan.
Lihat Juga :