NATO Merasa Terancam dengan Rudal Nuklir Burevestnik Rusia yang Mengerikan
Senin, 17 November 2025 - 09:18 WIB
loading...
A
A
A
Rudal Burevestnik yang beroperasi penuh akan menghadirkan kesulitan besar bagi Eropa, menurut penilaian tersebut. Jika Rusia mengerahkan sistem ini, NATO akan menghadapi ancaman yang sangat sulit dikendalikan.
Namun, beberapa pakar mencatat bahwa rudal jelajah Rusia ini tidak mencapai kecepatan hipersonik dan menjadi lebih rentan semakin lama mengudara.
Para pakar NATO juga sedang menilai rudal jarak menengah bergerak baru dari Rusia, SS-X-28 Oreshnik, yang pertama kali diuji coba dalam perang di Ukraina pada November 2024. Para pakar Barat khususnya mengkhawatirkan jangkauannya yang mencapai 5.500 kilometer dan kemungkinan melengkapi hulu ledaknya dengan berbagai amunisi, termasuk nuklir.
"Kemampuan untuk menyerang target di mana pun di Eropa, dikombinasikan dengan mobilitas peluncur yang tinggi, memastikan tingkat kelangsungan hidup yang tinggi. Kurangnya kejelasan tentang hulu ledak yang dikerahkan menimbulkan tantangan pertahanan bagi NATO," imbuh dokumen intelijen NATO.
Belarusia akan mengerahkan rudal jarak menengah hipersonik Oreshnik pada bulan Desember, menurut pernyataan juru bicara Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko, Natalia Eismont, kepada media pemerintah Rusia. Lukashenko mengatakan pengerahan tersebut merupakan respons terhadap eskalasi Barat.
Dokumen NATO juga mengidentifikasi drone selam Poseidon berkemampuan nuklir sebagai masalah, dengan sistem yang diperkirakan akan beroperasi pada tahun 2030. Poseidon dilaporkan memiliki jangkauan yang signifikan dan kemungkinan dirancang untuk menghancurkan pangkalan Angkatan Laut, pelabuhan, dan kota-kota pesisir di Pasifik, di pantai timur AS, serta di Inggris dan Prancis.
"Kapal selam pengangkut Poseidon akan sulit dideteksi dan diserang saat beroperasi di perairan dalam," menurut dokumen intelijen NATO. "NATO saat ini kekurangan torpedo anti-kapal selam dengan kecepatan dan jangkauan yang diperlukan untuk memerangi pesawat nirawak Poseidon secara efektif."
Dokumen tersebut memperjelas bahwa NATO memiliki kekurangan, khususnya dalam kemampuan jarak menengah dan jauhnya, khususnya senjata nuklir.
Namun, beberapa pakar mencatat bahwa rudal jelajah Rusia ini tidak mencapai kecepatan hipersonik dan menjadi lebih rentan semakin lama mengudara.
Para pakar NATO juga sedang menilai rudal jarak menengah bergerak baru dari Rusia, SS-X-28 Oreshnik, yang pertama kali diuji coba dalam perang di Ukraina pada November 2024. Para pakar Barat khususnya mengkhawatirkan jangkauannya yang mencapai 5.500 kilometer dan kemungkinan melengkapi hulu ledaknya dengan berbagai amunisi, termasuk nuklir.
"Kemampuan untuk menyerang target di mana pun di Eropa, dikombinasikan dengan mobilitas peluncur yang tinggi, memastikan tingkat kelangsungan hidup yang tinggi. Kurangnya kejelasan tentang hulu ledak yang dikerahkan menimbulkan tantangan pertahanan bagi NATO," imbuh dokumen intelijen NATO.
Rudal Oreshnik Akan Dikerahkan di Belarusia
Belarusia akan mengerahkan rudal jarak menengah hipersonik Oreshnik pada bulan Desember, menurut pernyataan juru bicara Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko, Natalia Eismont, kepada media pemerintah Rusia. Lukashenko mengatakan pengerahan tersebut merupakan respons terhadap eskalasi Barat.
Dokumen NATO juga mengidentifikasi drone selam Poseidon berkemampuan nuklir sebagai masalah, dengan sistem yang diperkirakan akan beroperasi pada tahun 2030. Poseidon dilaporkan memiliki jangkauan yang signifikan dan kemungkinan dirancang untuk menghancurkan pangkalan Angkatan Laut, pelabuhan, dan kota-kota pesisir di Pasifik, di pantai timur AS, serta di Inggris dan Prancis.
"Kapal selam pengangkut Poseidon akan sulit dideteksi dan diserang saat beroperasi di perairan dalam," menurut dokumen intelijen NATO. "NATO saat ini kekurangan torpedo anti-kapal selam dengan kecepatan dan jangkauan yang diperlukan untuk memerangi pesawat nirawak Poseidon secara efektif."
Dokumen tersebut memperjelas bahwa NATO memiliki kekurangan, khususnya dalam kemampuan jarak menengah dan jauhnya, khususnya senjata nuklir.
Lihat Juga :