COVID-19 di Spanyol Tewaskan 18.255 Orang, Terbanyak Ketiga di Dunia
Rabu, 15 April 2020 - 10:17 WIB
loading...
Seorang pengantar untuk Glovo mengendarai skuter listrik di jalan Larios yang kosong selama penguncian sebagian di pusat kota Malaga, Spanyol selatan, 15 Maret 2020. Foto/REUTERS / Jon Nazca
A
A
A
MADRID - Jumlah korban meninggal di Spanyol akibat wabah virus corona baru, COVID-19, hingga Rabu (15/4/2020) WIB mencapai 18.255 orang. Negara Eropa memiliki 174.060 kasus infeksi corona dan 67.504 pasien berhasil disembuhkan.
Spanyol sudah memberlakukan lockdown nasional sejak bulan lalu. Namun, angka kematiannya tercatat sebagai yang terbanyak ketiga di dunia setelah Amerika Serikat 26.047 jiwa dan Italia 21.067 jiwa.
Kementerian Kesehatan setempat pada hari Selasa melaporkan 567 kematian baru. Sejak memberlakukan lockdown nasional bulan lalu, jumlah kasus infeksi masih naik 1,8 persen.
Otoritas kesehatan Spanyol mengklaim negara tersebut telah melewati puncak pandemi COVID-19, setelah melaporkan jumlah kematian harian tertinggi 950 orang pada 2 April.
"Trennya bagus, sejalan dengan apa yang telah kita saksikan dalam beberapa pekan terakhir," kata Koordinator Kedaruratan Kementerian Kesehatan, Fernando Simon, pada konferensi pers untuk membahas angka-angka coronavirus terbaru.
Spanyol sudah memberlakukan lockdown nasional sejak bulan lalu. Namun, angka kematiannya tercatat sebagai yang terbanyak ketiga di dunia setelah Amerika Serikat 26.047 jiwa dan Italia 21.067 jiwa.
Kementerian Kesehatan setempat pada hari Selasa melaporkan 567 kematian baru. Sejak memberlakukan lockdown nasional bulan lalu, jumlah kasus infeksi masih naik 1,8 persen.
Otoritas kesehatan Spanyol mengklaim negara tersebut telah melewati puncak pandemi COVID-19, setelah melaporkan jumlah kematian harian tertinggi 950 orang pada 2 April.
"Trennya bagus, sejalan dengan apa yang telah kita saksikan dalam beberapa pekan terakhir," kata Koordinator Kedaruratan Kementerian Kesehatan, Fernando Simon, pada konferensi pers untuk membahas angka-angka coronavirus terbaru.
Lihat Juga :