Hamas Kecam RUU Israel untuk Eksekusi Tahanan Palestina sebagai Kejahatan Perang

Selasa, 04 November 2025 - 22:05 WIB
loading...
Hamas Kecam RUU Israel...
Pejuang Hamas di Jalur Gaza. Foto/anadolu
A A A
JALUR GAZA - Gerakan Palestina, Hamas, pada hari Senin (3/11/2025) mengecam persetujuan awal Knesset Israel atas Rancangan Undang-Undang (RUU) yang mengizinkan eksekusi tahanan Palestina. Hamas menyebutnya sebagai "kejahatan perang serius" dan eskalasi dari apa yang digambarkannya sebagai kebijakan pembunuhan di luar hukum Israel yang telah berlangsung lama.

Dalam pernyataan yang disiarkan Quds Press, Hamas mengatakan undang-undang tersebut "berada dalam konteks eskalasi fasisme Zionis dan terorisme resmi terhadap tahanan" dan merupakan upaya untuk "melegitimasi eksekusi melalui undang-undang resmi" guna menutupi pelanggaran yang sedang berlangsung seperti penyiksaan dan pengabaian medis di dalam penjara-penjara Israel.

Kelompok tersebut memperingatkan RUU tersebut "merupakan preseden berbahaya dan ancaman langsung terhadap nyawa ribuan tahanan."

Hamas mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa dan organisasi hak asasi manusia internasional mengambil tindakan segera guna memblokir tindakan tersebut dan menyelidiki kondisi di pusat-pusat penahanan Israel.

Hamas juga menyerukan pembentukan komisi penyelidikan internasional untuk menyelidiki "kejahatan penyiksaan dan pemerkosaan," khususnya merujuk pada tuduhan di fasilitas penahanan Sde Teiman di Israel selatan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Penampakan Mantan Anggota...
Penampakan Mantan Anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika Pakai Rompi Tahanan
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Prancis Terpanggang!...
Prancis Terpanggang! Korban Tewas Gelombang Panas Tembus 1.000 Orang, 85% Lansia
Rekomendasi
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved