Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Selasa, 30 Juni 2026 - 15:41 WIB
loading...
Menteri Inovasi, Sains, dan Teknologi Israel, Gila Gamliel. Foto/anadolu
A
A
A
TEL AVIV - Menteri Inovasi, Sains, dan Teknologi Israel, Gila Gamliel, mengatakan pada hari Senin (29/6/2026) bahwa ia telah mengajukan rencana pemerintah untuk "relokasi" warga Palestina dari Jalur Gaza. Rencana itu akan didukung badan intelijen luar negeri Israel, Mossad.
Dalam wawancara dengan Channel 7 Israel, Gamliel, anggota kabinet keamanan Israel, mengatakan ia telah menyiapkan "inisiatif politik" berjudul "migrasi sukarela dari Jalur Gaza" dan mempresentasikannya kepada pemerintah.
"Saya menyiapkan rencana ini dan mempresentasikannya kepada kabinet. Rencana ini hampir siap untuk diimplementasikan, dan Mossad sekarang telah bergabung dalam proses untuk mengelola upaya ini dengan sebaik mungkin," katanya.
Gamliel mengatakan proposal tersebut merupakan bagian dari strategi yang lebih luas dan berjanji memperluas operasi militer Israel di Gaza.
“Saat ini kami menguasai lebih dari 60 persen wilayah Gaza secara militer, dan kami akan terus maju hingga mencapai tujuan perang, yaitu memastikan Hamas tidak lagi dapat mengendalikan Jalur Gaza, baik secara militer maupun politik,” katanya.
Dalam wawancara dengan Channel 7 Israel, Gamliel, anggota kabinet keamanan Israel, mengatakan ia telah menyiapkan "inisiatif politik" berjudul "migrasi sukarela dari Jalur Gaza" dan mempresentasikannya kepada pemerintah.
"Saya menyiapkan rencana ini dan mempresentasikannya kepada kabinet. Rencana ini hampir siap untuk diimplementasikan, dan Mossad sekarang telah bergabung dalam proses untuk mengelola upaya ini dengan sebaik mungkin," katanya.
Gamliel mengatakan proposal tersebut merupakan bagian dari strategi yang lebih luas dan berjanji memperluas operasi militer Israel di Gaza.
“Saat ini kami menguasai lebih dari 60 persen wilayah Gaza secara militer, dan kami akan terus maju hingga mencapai tujuan perang, yaitu memastikan Hamas tidak lagi dapat mengendalikan Jalur Gaza, baik secara militer maupun politik,” katanya.
Lihat Juga :