2.000 Orang Dibantai di Sudan, 5 Negara Arab Kecam Aksi Pemberontak RSF

Rabu, 29 Oktober 2025 - 17:25 WIB
loading...
A A A
Skalanya sangat besar, mulai dari tanggul tanah, tembok yang kini mengelilingi el-Fasher, hingga permukiman tertentu, seperti Daraja Oula, hingga rumah sakit dan fasilitas kemanusiaan. Kami melihat benda-benda berukuran antara 1,5 hingga 2 meter [5 hingga 6,5 kaki], yang merupakan panjang standar tubuh manusia, tergeletak horizontal, seperti yang terlihat pada citra satelit beresolusi tinggi,” ujarnya kepada Al Jazeera.

“Benda-benda itu tidak ada di sana 36 hingga 48 jam yang lalu. Kini, benda-benda itu berserakan di kota.”

Raymond mengatakan kekejaman itu tidak mengejutkan.

“Kampanye pembunuhan massal yang kita saksikan sekarang di el-Fasher telah diperingatkan secara sangat rinci oleh Laboratorium Penelitian Kemanusiaan dan banyak organisasi rekanan lainnya, terutama komunitas tanggap darurat lokal, di Darfur selama berbulan-bulan,” ujarnya.

Peneliti tersebut memperingatkan bahwa pembunuhan tersebut merupakan pratinjau dari apa yang mungkin terjadi di wilayah lain di Darfur dan Provinsi Kordofan Utara seiring pasukan RSF bergerak ke timur negara itu setelah jatuhnya el-Fasher.

Laboratorium Penelitian Kemanusiaan, dalam laporannya, menambahkan bahwa tindakan RSF "mungkin konsisten dengan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan (CAH) dan dapat meningkat ke tingkat genosida".

"Dunia harus segera bertindak untuk memberikan tekanan maksimal kepada RSF dan para pendukungnya, khususnya UEA, agar segera mengakhiri pembunuhan tersebut," tambahnya.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UEA Bayar Tentara Bayaran...
UEA Bayar Tentara Bayaran Kolombia untuk Membantu Militan Sudan Bunuh Warga Sipil
Putra Mahkota Arab Saudi...
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman Surati 'Sheikh Mata-mata' UEA soal Yaman dan Sudan
Laporan Investigasi:...
Laporan Investigasi: Tentara Bayaran Kolombia Gabung RSF dalam Perang Sudan, Digaji UEA
Sudan dan Palestina...
Sudan dan Palestina Jadi Negara Paling Rawan Konflik pada 2026, Apa Pemicunya?
Kaleidoskop 2025: 13...
Kaleidoskop 2025: 13 Negara yang Terlibat Perang, Salah Satunya Disebut Konflik Abadi
Butuh Persenjataan,...
Butuh Persenjataan, Sudan Tawarkan Pangkalan Militer di Laut Merah kepada Rusia
Terima Dubes Yassir...
Terima Dubes Yassir Mohamed, Baznas Perkuat Sinergi Bantuan Kemanusiaan untuk Sudan
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz
Menlu Iran kepada AS:...
Menlu Iran kepada AS: Pergi dari Wilayah Kami jika Anda Ingin Selamat!
Rekomendasi
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Berita Terkini
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved