Perang Afghanistan dan Pakistan Berakhir dengan Gencatan Senjata

Kamis, 16 Oktober 2025 - 08:23 WIB
loading...
A A A
Seorang dokter di salah satu rumah sakit di Spin Boldak mengatakan kepada BBC bahwa ia menghitung "tujuh jenazah dan 36 korban luka dibawa ke rumah sakit", termasuk pria, wanita, dan anak-anak.

Situasinya "tegang" dan lebih banyak korban dibawa ke rumah sakit, katanya.

Seorang pejabat Taliban setempat di Spin Boldak mengatakan kepada BBC bahwa "ratusan keluarga telah mengungsi sejak tadi malam akibat bentrokan hebat". Ia mengatakan mereka berada dalam "siaga tinggi" setelah beberapa pos Taliban diserang oleh jet-jet tempur Pakistan. Ia menambahkan bahwa mereka memiliki jenazah dua anggota militer Pakistan.

Dalam bentrokan terpisah yang terjadi semalam di perbatasan barat laut Pakistan, militer Pakistan mengatakan bahwa 25 hingga 30 anggota Taliban dan pejuang Taliban Pakistan "diduga" tewas.

Bentrokan tersebut telah memicu seruan de-eskalasi dari negara-negara lain termasuk Tiongkok dan Rusia, serta usulan dari Presiden AS Donald Trump bahwa ia dapat turun tangan untuk menengahi perdamaian.

Pada hari Rabu, Richard Bennett, pelapor khusus PBB mengenai situasi hak asasi manusia di Afghanistan, menulis di X bahwa dia “sangat prihatin" dengan laporan korban sipil dan pengungsian akibat bentrokan tersebut.

"Saya mendesak semua pihak untuk menahan diri semaksimal mungkin, melindungi warga sipil, dan mematuhi hukum internasional," tulisnya.

Pakistan telah lama menuduh Taliban Afghanistan mengizinkan Taliban Pakistan beroperasi dari wilayah mereka dan berperang melawan pemerintah Islamabad dalam upaya menegakkan sistem pemerintahan Islam yang ketat.

Pemerintah Taliban Afghanistan selalu membantah hal ini.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
Ikuti Arab Saudi, Kuwait...
Ikuti Arab Saudi, Kuwait Cari Perlindungan dari Pakistan yang Bersenjata Nuklir
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Nasib Apes Pesawat Boeing...
Nasib Apes Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak, Ditemukan Jadi Puing-puing di Laut Arab
Islamabad dan Ilusi...
Islamabad dan Ilusi Diplomasi Perang Iran 2026
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Terungkap! AS Beri Syarat...
Terungkap! AS Beri Syarat Saudi Berdamai dengan Israel untuk Lanjutkan Perjanjian Nuklir
Rekomendasi
Kejagung Pastikan Proses...
Kejagung Pastikan Proses Etik Febrie Adriansyah Tunggu Perkara Pidana Inkrah
Program Magang Nasional,...
Program Magang Nasional, Strategi Pemerintah Tekan Angka Pengangguran
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi Diterima, Polda Metro Jaya: Itu Bukan Akhir dari Semuanya
Berita Terkini
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved