Perang Afghanistan dan Pakistan Berakhir dengan Gencatan Senjata

Kamis, 16 Oktober 2025 - 08:23 WIB
loading...
Perang Afghanistan dan...
Perang Afghanistan dan Pakistan berakhir dengan gencatan senjata. Foto/X/@AFGDefense
A A A
KABUL - Pemerintah Pakistan dan Afghanistan mengatakan mereka telah menyepakati gencatan senjata sementara setelah bentrokan perbatasan baru. Kedua belah pihak mengklaim pihak lain meminta gencatan senjata 48 jam, yang menurut Pakistan berlaku mulai pukul 13.00 GMT pada hari Rabu.

Sebelumnya, seorang juru bicara Taliban mengatakan 12 warga sipil tewas dan lebih dari 100 orang terluka akibat tembakan Pakistan. Kedua belah pihak mengklaim pihak lain menderita banyak korban jiwa. Tidak ada kematian yang dapat dikonfirmasi secara independen.

Kekerasan telah berkobar sejak ledakan mengguncang Afghanistan pekan lalu, yang menurut Kabul dilakukan oleh Islamabad. Taliban membantah klaim bahwa mereka menyembunyikan militan yang menargetkan Pakistan.

Hari Rabu dimulai dengan masing-masing pihak saling menuduh pihak lain sebagai pemicu bentrokan mematikan tersebut.

Militer Pakistan mengatakan pasukannya telah menewaskan "15-20 Taliban Afghanistan" dan melukai banyak orang di distrik perbatasan Spin Boldak. Juru bicara pemerintah Taliban mengatakan banyak tentara Pakistan telah tewas.

Kemudian, ledakan di Kabul dan Kandahar meningkatkan ketegangan. Dalam waktu satu jam, Pakistan mengumumkan gencatan senjata.

"Selama periode ini, kedua belah pihak akan melakukan upaya tulus untuk menemukan solusi positif bagi masalah yang kompleks namun dapat dipecahkan ini melalui dialog yang konstruktif," kata Kementerian Luar Negerinya, dilansir BBC.

Baca Juga: 4 Fakta Perang Afghanistan dan Pakistan di Perbatasan

Juru bicara pemerintah Taliban mengatakan pasukan Afghanistan telah diinstruksikan untuk menghormati gencatan senjata "selama tidak ada yang melakukan agresi".

Media pemerintah Pakistan melaporkan angkatan bersenjatanya telah melakukan serangan udara terhadap sasaran-sasaran di provinsi Kandahar dan Kabul.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Jadi Satu-satunya Negara...
Jadi Satu-satunya Negara Islam Berbom Nuklir, Mengapa Pakistan Tolak Akui Israel?
Bom Mobil Meledak di...
Bom Mobil Meledak di KA Militer Pakistan, 24 Orang Tewas
AS-Iran di Ambang Perang...
AS-Iran di Ambang Perang Lagi, Pakistan Kerahkan 8.000 Tentara dan 1 Skuadron Jet ke Arab Saudi
Islamabad dan Ilusi...
Islamabad dan Ilusi Diplomasi Perang Iran 2026
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Anda Akan Sendirian jika Terus Serang Iran
Trump Tuduh Iran Mengulur...
Trump Tuduh Iran Mengulur Waktu Kesepakatan Damai: Mereka Harus Bayar Mahal!
Rekomendasi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved