Protes Gen Z 212 Pecah di Maroko, Polisi Tembak Mati 2 Orang
Kamis, 02 Oktober 2025 - 20:23 WIB
loading...
A
A
A
Selasa sore, pemerintah, yang dipimpin Perdana Menteri Aziz Akhannouch, akhirnya buka suara.
Pemerintah menyatakan "mendengarkan dan memahami tuntutan sosial" para demonstran muda dan "siap untuk menanggapinya secara positif dan bertanggung jawab".
Mereka juga mengesahkan, untuk pertama kalinya, demonstrasi yang berlangsung pada hari Rabu.
Kelompok Gen Z 212 yang baru dibentuk, yang para penggagasnya tidak diketahui, menampilkan diri sebagai "ruang diskusi" tentang "isu-isu yang menjadi perhatian semua warga negara, seperti kesehatan, pendidikan, dan pemberantasan korupsi", dan mengklaim menolak "kekerasan" serta bertindak atas dasar "cinta kepada negara dan Raja" Mohammed VI.
Dalam demonstrasi hari Rabu, yang dihadiri ratusan orang di kota-kota besar seperti Casablanca, Tangier, dan Tetouan, para pengunjuk rasa menambahkan "kepergian" Akhannouch ke dalam tuntutan mereka, menurut AFP.
Pada hari Kamis, Gen Z 212 mengumumkan demonstrasi baru yang menurut kelompok tersebut harus "damai".
"Gen Z 212 mengumumkan demonstrasi damai akan diselenggarakan hari ini, sebagai bagian dari ekspresi tuntutan kami yang beradab dan bertanggung jawab," ungkap postingan kolektif tersebut di Discord.
"Kami meyakinkan publik dan pihak berwenang bahwa demonstrasi kami akan sepenuhnya damai," ujar kelompok tersebut, yang menyatakan mereka "menolak segala bentuk kekerasan, vandalisme, atau kerusuhan" dan mendesak para pengunjuk rasa "untuk menghormati sifat damai" dari gerakan ini.
Baca juga: Angkatan Laut Israel Cegat dan Naiki 3 Kapal dari Armada Sumud yang Menuju Gaza
Pemerintah menyatakan "mendengarkan dan memahami tuntutan sosial" para demonstran muda dan "siap untuk menanggapinya secara positif dan bertanggung jawab".
Mereka juga mengesahkan, untuk pertama kalinya, demonstrasi yang berlangsung pada hari Rabu.
Kelompok Gen Z 212 yang baru dibentuk, yang para penggagasnya tidak diketahui, menampilkan diri sebagai "ruang diskusi" tentang "isu-isu yang menjadi perhatian semua warga negara, seperti kesehatan, pendidikan, dan pemberantasan korupsi", dan mengklaim menolak "kekerasan" serta bertindak atas dasar "cinta kepada negara dan Raja" Mohammed VI.
Dalam demonstrasi hari Rabu, yang dihadiri ratusan orang di kota-kota besar seperti Casablanca, Tangier, dan Tetouan, para pengunjuk rasa menambahkan "kepergian" Akhannouch ke dalam tuntutan mereka, menurut AFP.
Pada hari Kamis, Gen Z 212 mengumumkan demonstrasi baru yang menurut kelompok tersebut harus "damai".
"Gen Z 212 mengumumkan demonstrasi damai akan diselenggarakan hari ini, sebagai bagian dari ekspresi tuntutan kami yang beradab dan bertanggung jawab," ungkap postingan kolektif tersebut di Discord.
"Kami meyakinkan publik dan pihak berwenang bahwa demonstrasi kami akan sepenuhnya damai," ujar kelompok tersebut, yang menyatakan mereka "menolak segala bentuk kekerasan, vandalisme, atau kerusuhan" dan mendesak para pengunjuk rasa "untuk menghormati sifat damai" dari gerakan ini.
Baca juga: Angkatan Laut Israel Cegat dan Naiki 3 Kapal dari Armada Sumud yang Menuju Gaza
(sya)
Lihat Juga :