Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
Rabu, 22 Juli 2026 - 07:10 WIB
loading...
Demonstran bentrok dengan polisi di Italia. Foto/rt
A
A
A
ROMA - Polisi Italia bentrok hebat dengan demonstran di kota Bologna, Italia utara, setelah seorang pria kelahiran Maroko meninggal pada hari Minggu sambil memohon bantuan saat ditahan polisi. Rekaman kejadian itu viral di media sosial dan memicu kemarahan publik.
Abderrahim Fakir, seorang pengusaha kelahiran Maroko yang menjalankan bisnis kecil jasa pindahan dan pembersihan, meninggal setelah polisi dipanggil untuk menyelidiki laporan tentang seorang pria yang berperilaku agresif dan merusak kendaraan, menurut laporan media lokal.
Video kejadian yang direkam oleh tetangga menunjukkan Fakir berbaring telungkup, berulang kali menangis, “aiuto, aiuto, basta” (“tolong, tolong, cukup”) saat dua petugas polisi menahannya. Ia tampak kesulitan bernapas sebelum akhirnya tak bergerak.
Ribuan orang berdemonstrasi pada Senin malam, menuntut “keadilan dan kebenaran untuk Fakir.”
Polisi mengerahkan gas air mata dan meriam air setelah demonstran melemparkan petasan.
Kelompok yang lebih kecil kemudian bentrok dengan polisi hingga larut malam, menyebabkan 64 petugas terluka, kata jaksa.
Abderrahim Fakir, seorang pengusaha kelahiran Maroko yang menjalankan bisnis kecil jasa pindahan dan pembersihan, meninggal setelah polisi dipanggil untuk menyelidiki laporan tentang seorang pria yang berperilaku agresif dan merusak kendaraan, menurut laporan media lokal.
Video kejadian yang direkam oleh tetangga menunjukkan Fakir berbaring telungkup, berulang kali menangis, “aiuto, aiuto, basta” (“tolong, tolong, cukup”) saat dua petugas polisi menahannya. Ia tampak kesulitan bernapas sebelum akhirnya tak bergerak.
Ribuan orang berdemonstrasi pada Senin malam, menuntut “keadilan dan kebenaran untuk Fakir.”
Polisi mengerahkan gas air mata dan meriam air setelah demonstran melemparkan petasan.
Kelompok yang lebih kecil kemudian bentrok dengan polisi hingga larut malam, menyebabkan 64 petugas terluka, kata jaksa.
Lihat Juga :