Eks Menkeu Akui Yunani Bantu Proyek Genosida Pemerintah Netanyahu
Jum'at, 26 September 2025 - 19:50 WIB
loading...
Mantan Menteri Keuangan Yunani Yanis Varoufakis. Foto/anadolu
A
A
A
ATHENS - Mantan Menteri Keuangan Yunani, Yanis Varoufakis, menuduh Athena "melanggar Hukum Internasional dengan membantu dan mendukung proyek genosida pemerintah Netanyahu" setelah armada bantuan kemanusiaan yang menuju Gaza diserang drone di lepas pantai Kreta selatan.
Varoufakis, penulis terkemuka, politisi oposisi, dan komentator, mengatakan di X bahwa ia telah berbicara dengan awak kapal Family, kapal utama Armada Sumud Global, yang diserang pada malam 23 September oleh "segerombolan pesawat tak berawak berisi bahan peledak dan gas CS (air mata)."
Armada tersebut, katanya, telah meminta bantuan mendesak dari Penjaga Pantai Yunani untuk memperbaiki kerusakan dan memberikan perlindungan saat berlayar melalui area Pencarian dan Penyelamatan Yunani.
"Anehnya, lebih tepatnya, sangat memuakkan, Penjaga Pantai Yunani menolak kedua permintaan tersebut!" katanya.
Dia menjelaskan, "Begitu besar tekad pemerintah Yunani untuk membantu dan mendukung genosida Israel di Gaza dan, secara lebih umum, pembersihan etnis Palestina, sehingga otoritas Yunani mengambil langkah menolak bantuan yang diwajibkan oleh Hukum Laut."
Menurut Varoufakis, penolakan tersebut menyoroti bagaimana "dengan mudah, dalam upaya untuk memuaskan (Perdana Menteri Israel) Netanyahu, pemerintah Yunani telah kehilangan tidak hanya tanggung jawabnya tetapi juga kedaulatannya."
“Di era Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis, proses panjang yang menjadikan Yunani satelit Negara Apartheid terakhir kini telah selesai," merujuk pada kebijakan Israel yang mendiskriminasi dan menindas warga Palestina.
Ia juga menunjukkan bukti keterlibatan yang lebih luas. Pada malam serangan armada, Varoufakis mengklaim, satu pesawat mata-mata Beechcraft King Air 350 lepas landas dari pangkalan Angkatan Udara AS di Souda di Kreta barat laut dan terbang ke selatan.
Pesawat itu, katanya, milik perusahaan penyewaan pesawat AS, Metrea Special Aerospace ISR, dan sebelumnya telah digunakan untuk memantau Gaza dari pangkalan Inggris di wilayah administrasi Siprus Yunani.
“Satu hal yang jelas dari semua hal di atas,” ujar Varoufakis.
“Melalui campuran kelalaian dan tindakan, pemerintah Yunani melanggar Hukum Internasional untuk membantu dan mendukung pemerintahan Netanyahu. Partai kami, MeRA25, akan melawan pemerintah ini di jalanan, di tempat kerja, di seluruh negeri – Yunani – yang menolak dianggap terlibat dalam genosida Israel.”
Sejak Oktober 2023, militer Israel telah menewaskan lebih dari 65.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, di Gaza.
Pengeboman yang tak henti-hentinya telah membuat daerah kantong itu hampir tak berpenghuni dan menyebabkan kelaparan serta penyebaran penyakit.
Baca juga: Trump Tawarkan 21 Poin untuk Akhiri Genosida Secara Permanen, Cabut Rencana Gaza Riviera
Varoufakis, penulis terkemuka, politisi oposisi, dan komentator, mengatakan di X bahwa ia telah berbicara dengan awak kapal Family, kapal utama Armada Sumud Global, yang diserang pada malam 23 September oleh "segerombolan pesawat tak berawak berisi bahan peledak dan gas CS (air mata)."
Armada tersebut, katanya, telah meminta bantuan mendesak dari Penjaga Pantai Yunani untuk memperbaiki kerusakan dan memberikan perlindungan saat berlayar melalui area Pencarian dan Penyelamatan Yunani.
"Anehnya, lebih tepatnya, sangat memuakkan, Penjaga Pantai Yunani menolak kedua permintaan tersebut!" katanya.
Dia menjelaskan, "Begitu besar tekad pemerintah Yunani untuk membantu dan mendukung genosida Israel di Gaza dan, secara lebih umum, pembersihan etnis Palestina, sehingga otoritas Yunani mengambil langkah menolak bantuan yang diwajibkan oleh Hukum Laut."
Menurut Varoufakis, penolakan tersebut menyoroti bagaimana "dengan mudah, dalam upaya untuk memuaskan (Perdana Menteri Israel) Netanyahu, pemerintah Yunani telah kehilangan tidak hanya tanggung jawabnya tetapi juga kedaulatannya."
“Di era Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis, proses panjang yang menjadikan Yunani satelit Negara Apartheid terakhir kini telah selesai," merujuk pada kebijakan Israel yang mendiskriminasi dan menindas warga Palestina.
Ia juga menunjukkan bukti keterlibatan yang lebih luas. Pada malam serangan armada, Varoufakis mengklaim, satu pesawat mata-mata Beechcraft King Air 350 lepas landas dari pangkalan Angkatan Udara AS di Souda di Kreta barat laut dan terbang ke selatan.
Pesawat itu, katanya, milik perusahaan penyewaan pesawat AS, Metrea Special Aerospace ISR, dan sebelumnya telah digunakan untuk memantau Gaza dari pangkalan Inggris di wilayah administrasi Siprus Yunani.
“Satu hal yang jelas dari semua hal di atas,” ujar Varoufakis.
“Melalui campuran kelalaian dan tindakan, pemerintah Yunani melanggar Hukum Internasional untuk membantu dan mendukung pemerintahan Netanyahu. Partai kami, MeRA25, akan melawan pemerintah ini di jalanan, di tempat kerja, di seluruh negeri – Yunani – yang menolak dianggap terlibat dalam genosida Israel.”
Sejak Oktober 2023, militer Israel telah menewaskan lebih dari 65.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, di Gaza.
Pengeboman yang tak henti-hentinya telah membuat daerah kantong itu hampir tak berpenghuni dan menyebabkan kelaparan serta penyebaran penyakit.
Baca juga: Trump Tawarkan 21 Poin untuk Akhiri Genosida Secara Permanen, Cabut Rencana Gaza Riviera
(sya)
Lihat Juga :