Trump Tawarkan 21 Poin untuk Akhiri Genosida Secara Permanen, Cabut Rencana Gaza Riviera

Jum'at, 26 September 2025 - 15:03 WIB
loading...
Trump Tawarkan 21 Poin...
Presiden AS Donald Trump bertemu para pemimpin Arab dan Muslim di kantor pusat PBB, New York, AS. Foto/anadolu
A A A
NEW YORK - Rencana baru berisi 21 poin yang diajukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kepada sekelompok pemimpin Muslim pada hari Selasa (23/9/2025) mengusulkan diakhirinya perang Israel di Gaza secara permanen. Proposal itu juga menyebut pengerahan pasukan internasional ke Jalur Gaza, dan tidak ada pemindahan paksa warga Palestina, menurut laporan Financial Times (FT).

Laporan tersebut merilis detail baru mengenai pertemuan hari Selasa di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

FT melaporkan rencana Trump menyerukan pembebasan semua sandera sekaligus dan didasarkan pada usulan gencatan senjata sebelumnya yang diajukan utusan AS Steve Witkoff.

Rencana yang diajukan akan mengharuskan pasukan Israel untuk mundur ke posisi yang sama seperti yang mereka tempati selama gencatan senjata dua bulan antara Januari dan Maret tahun ini, diikuti dengan penarikan penuh setelah "pasukan stabilisasi" dikerahkan.

Rencana tersebut membayangkan satu "badan pengawas internasional" yang mengawasi komite Palestina yang akan mengelola Gaza untuk sementara waktu.

Rencana tersebut menetapkan Hamas tidak akan memainkan peran apa pun dalam pemerintahan Gaza pascaperang.

Laporan FT tidak merinci siapa yang akan membentuk komite Palestina tersebut, tetapi menyatakan, "Otoritas Palestina, badan yang didukung Barat yang mengelola sebagian kecil wilayah Tepi Barat yang diduduki, akan memiliki peran, tetapi negara-negara Arab dan Muslim menginginkannya diperluas."

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berulang kali menolak gagasan melibatkan Otoritas Palestina dalam pemerintahan Gaza pascaperang.

Israel juga secara konsisten menegaskan mereka tidak memiliki rencana mengakhiri perang di Gaza dan ingin menggusur paksa warga Palestina dari wilayah kantong tersebut.

Hamas telah menerima beberapa proposal gencatan senjata sebelumnya yang kemudian ditolak Netanyahu.

Rencana tersebut menetapkan tidak akan ada penggusuran paksa warga Palestina di Gaza, yang merupakan persyaratan dari rencana "Gaza Riviera" Trump yang terkenal kejam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Tegas! Iran Tak Akan...
Tegas! Iran Tak Akan Biarkan Lebanon Jadi Bulan-bulanan Israel
Rekomendasi
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Infografis
Respons Rusia soal Trump...
Respons Rusia soal Trump Telepon Putin untuk Akhiri Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved