Keluarga Desak China Bebaskan 12 Aktivis Hong Kong
Sabtu, 12 September 2020 - 18:09 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/Sindonews
A
A
A
HONG KONG - Keluarga dari 12 aktivis Hong Kong yang ditahan di laut oleh otoritas China menyerukan agar mereka dibebaskan dan dikembalikan ke wilayah itu. Pihak keluarga mengatakan hak-hak hukum mereka telah dilanggar.
Dua belas aktivis Hong kong ditahan oleh otoritas China ketika mereka mencoba melarikan diri dari kota itu dengan perahu ke Taiwan.(Baca juga: Polisi Hong Kong Tangkap 300 Demonstran )
Mengenakan topeng dan topi untuk melindungi identitas mereka saat menghadiri konferensi pers yang emosional,keluarga dari 12 aktivis itu mengatakan kerabat mereka harus diizinkan untuk bertemu dengan pengacara yang mereka sewa sendiri, bukan yang ditunjuk oleh otoritas China. Mereka juga mengatakan bahwa mereka harus diberikan obat-obatan yang dibutuhkan, diizinkan untuk menelepon keluarga mereka dan akhirnya diizinkan kembali ke Hong Kong.
Pihak keluarga juga meminta bantuan serta informasi tentang penderitaan mereka, didukung oleh beberapa politsi pro demokrasi Hong Kong.(Baca juga: Dua Legislator Pro Demokrasi Hong Kong Diciduk Polisi )
"Saya tidak dapat membayangkan skenario terburuk seperti apa," “Saya tidak dapat membayangkan skenario terburuk seperti apa,” kata seorang wanita bermarga Li, yang putranya Li Tsz-yin(29) termasuk di antara mereka yang ditahan di pusat penahanan di kota selatan Shenzhen seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (12/9/2020).
Dua belas aktivis Hong kong ditahan oleh otoritas China ketika mereka mencoba melarikan diri dari kota itu dengan perahu ke Taiwan.(Baca juga: Polisi Hong Kong Tangkap 300 Demonstran )
Mengenakan topeng dan topi untuk melindungi identitas mereka saat menghadiri konferensi pers yang emosional,keluarga dari 12 aktivis itu mengatakan kerabat mereka harus diizinkan untuk bertemu dengan pengacara yang mereka sewa sendiri, bukan yang ditunjuk oleh otoritas China. Mereka juga mengatakan bahwa mereka harus diberikan obat-obatan yang dibutuhkan, diizinkan untuk menelepon keluarga mereka dan akhirnya diizinkan kembali ke Hong Kong.
Pihak keluarga juga meminta bantuan serta informasi tentang penderitaan mereka, didukung oleh beberapa politsi pro demokrasi Hong Kong.(Baca juga: Dua Legislator Pro Demokrasi Hong Kong Diciduk Polisi )
"Saya tidak dapat membayangkan skenario terburuk seperti apa," “Saya tidak dapat membayangkan skenario terburuk seperti apa,” kata seorang wanita bermarga Li, yang putranya Li Tsz-yin(29) termasuk di antara mereka yang ditahan di pusat penahanan di kota selatan Shenzhen seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (12/9/2020).
Lihat Juga :