10 Alasan Rusia Mau Berunding dengan AS Soal Ukraina
Rabu, 20 Agustus 2025 - 12:30 WIB
loading...
A
A
A
Inisiatif ini bertujuan membentuk hubungan ekonomi baru—yang lebih berimbang dan tidak terkekang oleh tekanan Barat.
Melalui keterlibatan langsung dengan AS, Rusia menunjukkan kemampuan bernegosiasi dengan negara adidaya, sekaligus menjustifikasi posisinya dalam arena internasional.
Selain itu, diplomasi aktif juga membuat negara-negara seperti Eropa dan Turki mendapat tekanan untuk menyesuaikan sikap atau menjembatani konflik.
Lavrov menegaskan, "tidak ada alasan mengapa Rusia dan AS tidak bisa memiliki hubungan baik"—menunjukkan pendekatan oportunistik, yang menjaga fleksibilitas terhadap kedua kekuatan global: AS dan China.
Negosiasi seperti ini menjaga opsi Rusia untuk beralih taktik atau menyeimbangkan aliansi di era multipolar.
Secara keseluruhan, perundingan dengan AS bukanlah tanda penurunan ambisi Rusia di Ukraina, melainkan strategi untuk memperkuat posisinya dalam negosiasi dan konflik.
Rusia menampilan diri sebagai pihak yang bersedia berunding—tetapi dengan klaim dan syarat yang tetap menguntungkan—sebagaimana terlihat dalam permintaan kontrol wilayah, penolakan keanggotaan NATO, dan kendali narasi politik.
Baca juga: Mesir Sangkal Laporan Proposal Pelucutan Senjata Hamas
8. Mengawasi dan Mempengaruhi Sikap Global
Melalui keterlibatan langsung dengan AS, Rusia menunjukkan kemampuan bernegosiasi dengan negara adidaya, sekaligus menjustifikasi posisinya dalam arena internasional.
Selain itu, diplomasi aktif juga membuat negara-negara seperti Eropa dan Turki mendapat tekanan untuk menyesuaikan sikap atau menjembatani konflik.
9. Pembentukan Faktor Penyeimbang terhadap China dan Barat
Lavrov menegaskan, "tidak ada alasan mengapa Rusia dan AS tidak bisa memiliki hubungan baik"—menunjukkan pendekatan oportunistik, yang menjaga fleksibilitas terhadap kedua kekuatan global: AS dan China.
Negosiasi seperti ini menjaga opsi Rusia untuk beralih taktik atau menyeimbangkan aliansi di era multipolar.
10. Perundingan sebagai Instrumen, bukan Solusi Final
Secara keseluruhan, perundingan dengan AS bukanlah tanda penurunan ambisi Rusia di Ukraina, melainkan strategi untuk memperkuat posisinya dalam negosiasi dan konflik.
Rusia menampilan diri sebagai pihak yang bersedia berunding—tetapi dengan klaim dan syarat yang tetap menguntungkan—sebagaimana terlihat dalam permintaan kontrol wilayah, penolakan keanggotaan NATO, dan kendali narasi politik.
Baca juga: Mesir Sangkal Laporan Proposal Pelucutan Senjata Hamas
(sya)
Lihat Juga :