10 Alasan Rusia Mau Berunding dengan AS Soal Ukraina

Rabu, 20 Agustus 2025 - 12:30 WIB
loading...
10 Alasan Rusia Mau...
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump bertemu di Alaska. Foto/tass
A A A
MOSKOW - Sejak perang antara Rusia dan Ukraina pada Februari 2022, konflik bersenjata ini menjadi salah satu krisis geopolitik paling besar di abad ke-21. Perang ini melibatkan bukan hanya dua negara tetapi juga tarik-menarik berbagai kepentingan global.

Setelah bertahun-tahun perang yang menguras sumber daya, menimbulkan korban besar, dan memicu ketegangan internasional, muncul sinyal bahwa Rusia mulai membuka ruang untuk berunding dengan Amerika Serikat (AS) terkait masa depan Ukraina.

Kesediaan Moskow untuk berdialog ini tentu sarat dengan kepentingan strategis, diplomatik, ekonomi, serta perhitungan jangka panjang yang kompleks. Berikut ini rincian alasan Rusia bersedia berunding dengan AS soal Ukraina.

1. Legitimasi Diplomatik dan Menjaga Citra Internasional


Rusia secara terbuka menyatakan keseriusannya dalam berunding demi meraih resolusi damai permanen.

Kremlin menegaskan Presiden Rusia Vladimir Putin menyukai gagasan solusi damai sebagai cara untuk mengamankan posisi geopolitiknya dan mempertahankan citra sebagai kekuatan besar yang dihormati dunia internasional.

Keterlibatan dalam diplomasi, terutama melalui forum bersama AS, juga memberikan Rusia legitimasi. Di mata dunia, berunding bisa menjadi simbol bahwa Rusia bukan agresor semata, melainkan pemain politik yang fleksibel dan kooperatif.

2. Menanggapi Desakan AS dan Manuver Diplomatik yang Mediatik


AS, khususnya di era Presiden Donald Trump Trump, telah mendorong pembicaraan langsung antara Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Trump sering menekankan pentingnya dialog dan mengklaim kedua pihak terbuka untuk berunding.

Bagi Rusia, tanggapan terhadap dorongan ini menghadirkan peluang diplomatik: jika dipandang sebagai mitra yang "siap berdialog", posisi tawar Rusia justru bisa menguat.

3. Strategi Tunda dan Memperkuat Posisi Perang (“Buying Time”)


Beberapa analis menilai Rusia menggunakan risiko perundingan bukan sebagai titik akhir konflik, melainkan sebagai taktik untuk meredakan tekanan ataupun merekayasa waktu untuk perkuatan militer.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Wow, Putin Ngobrol dengan...
Wow, Putin Ngobrol dengan Presiden Belarusia Lukashenko 24 Jam Lebih
Rekomendasi
Profil Orlando Gill,...
Profil Orlando Gill, Pahlawan Paraguay yang Kubur Ambisi Jerman di Piala Dunia 2026
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
Berita Terkini
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved