Perkuat Aliansi Politik di Masa Perang, Thaksin Serukan Kedaulatan Thailand

Senin, 28 Juli 2025 - 15:14 WIB
loading...
A A A
Ia menyatakan bahwa atmosfer politik saat ini sangat mirip dengan era tersebut—terfragmentasi, tanpa partai penguasa yang dominan. Stabilitas pemerintah bergantung pada koalisi berbagai partai, yang pada gilirannya memengaruhi proses legislatif. Meskipun koalisi saat ini memiliki mayoritas tipis, ia menekankan bahwa kekuatan sejati terletak pada persatuan.

“Jika kita bersatu dalam memecahkan masalah negara—bahkan di tengah manuver politik yang tidak diinginkan—kita dapat bertahan,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa penarikan diri Bhumjaithai baru-baru ini dari koalisi merupakan langkah yang diambil dari posisi yang menguntungkan secara politik. Namun demikian, ia menekankan bahwa partai-partai koalisi yang tersisa tetap bersatu dan berkomitmen untuk bergerak maju bersama.

3. Membangun Solidaritas

Thaksin mengatakan ia telah memberi tahu putrinya, Perdana Menteri Paetongtarn, bahwa solidaritas semacam itu tidak boleh bersifat sementara: "Jika tidak ada yang meninggalkan satu sama lain sekarang, maka kita tidak boleh meninggalkan satu sama lain di masa depan."

Berkaca dari pengalaman masa lalu, ia menambahkan, "Apa yang saya lihat 11 tahun lalu—hari ini jauh lebih baik. Saya yakin kita dapat mempertahankan pemerintahan ini. Saya percaya pada teori kemunduran. Seperti pukulan tenis, terkadang kita harus mundur untuk memukul lebih keras. Setelah kita mengatasi kesulitan hari ini, pemerintah akan menjadi lebih kuat dari sebelumnya—karena kita bersatu, dan tidak ada yang tertinggal."

4. Membangun Front Persatuan

Tunjukan persatuan dari Thaksin dan Pheu Thai ini menandakan dorongan mendesak untuk memperkuat kendali, karena kepemimpinan Paetongtarn sekarang sangat bergantung pada dukungan koalisi. Jika ia berhasil lolos dari putusan Mahkamah Konstitusi terkait percakapannya yang kontroversial dengan Hun Sen, ia akan membutuhkan dukungan penuh dari anggota parlemen koalisi—terutama di ranah legislatif.

Bahkan dalam skenario terburuk—jika keputusan Mahkamah Konstitusi mengakibatkan pemecatan Paetongtarn—Pheu Thai siap untuk melanjutkan koalisi dengan utuh dengan mencalonkan kandidat perdana menteri ketiganya, Chaikasem Nitisiri, untuk maju sebagai penggantinya.

Namun, masih ada pertanyaan: akankah makan malam ini menandai awal dari sebuah front persatuan yang sesungguhnya, ataukah hanya sekadar isyarat romantisme politik yang sekilas? Sementara itu, "kubu biru" belum mengakui kekalahan. Sebaliknya, mereka diam-diam memposisikan diri, menandakan kesiapan mereka untuk dipanggil oleh para pemegang kekuasaan konservatif sebagai alternatif yang layak jika situasi politik berubah.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Meningkat Jadi 5.208 Orang, 16.740 Luka-Luka
Menlu Rusia: AS Terlibat...
Menlu Rusia: AS Terlibat Langsung dalam Perang Ukraina!
Rekomendasi
AREA Indonesia Siap...
AREA Indonesia Siap Perkuat Kolaborasi Dukung Program 3 Juta Rumah
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
Dokter Tifa Klaim Simpan...
Dokter Tifa Klaim Simpan Bukti Kejanggalan Ijazah Jokowi Meski Eksepsinya Diterima
Berita Terkini
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved