Perkuat Aliansi Politik di Masa Perang, Thaksin Serukan Kedaulatan Thailand

Senin, 28 Juli 2025 - 15:14 WIB
loading...
A A A
Thaksin dan para pemimpin Pheu Thai sangat menyadari bahwa, menjelang putusan Mahkamah Konstitusi atas percakapan kontroversial Paetongtarn dengan Ketua Senat Kamboja Hun Sen, gelombang rumor dan manuver politik akan membanjiri lanskap politik. Spekulasi mengenai pergeseran koalisi dan penyelarasan kekuatan alternatif diperkirakan akan meningkat.

Untuk melawan apa yang disebut "berita bisikan" pergantian rezim, Thaksin dan Pheu Thai telah bergerak untuk menunjukkan persatuan dan kekuatan di antara anggota koalisi. Citra semua pemimpin partai kunci dan anggota parlemen yang berbaris bersama dimaksudkan untuk memberi sinyal kepada para pemegang kekuasaan konservatif bahwa mendukung "kubu merah" dapat menawarkan jalan yang layak menuju stabilitas politik—berpotensi memperpanjang masa jabatan koalisi saat ini hingga mendekati akhir masa jabatannya pada tahun 2027.

Baca Juga: Thailand dan Kamboja Gelar Perundingan Gencatan Senjata di Malaysia

Sebaliknya, memilih untuk mengganti perdana menteri atau beralih aliansi mungkin berisiko mengganggu keseimbangan politik yang rapuh dan dapat memicu pembubaran DPR lebih awal—suatu hasil yang ingin dihindari oleh elit konservatif.

Keraguan ini bermula dari posisi koalisi saat ini yang kurang menguntungkan dibandingkan dengan melonjaknya popularitas "gelombang oranye", yang tampaknya sepenuhnya siap untuk pemilihan umum dini. Jika pemilu dadakan digelar, medan politik dapat bergeser di luar kendali mereka.

Pada saat yang sama, Thaksin mendesak Pheu Thai dan mitra koalisinya untuk menjaga front parlemen tetap bersatu. Dengan pemerintah yang berpegang teguh pada mayoritas tipis, gangguan apa pun dapat menggagalkan pekerjaan legislatif dan membuatnya rentan terhadap serangan dari oposisi dan rival politik.

2. Memotivasi Perjuangan Politik

Dalam pidato utamanya di jamuan makan malam koalisi, Thaksin merenungkan pengalaman awalnya di dunia politik. Ia menceritakan bahwa 51 tahun yang lalu, pada usia 25 tahun, ia tidak memiliki pengalaman politik tetapi diberi kesempatan untuk membantu Prida Patanathabutr, yang saat itu menjabat sebagai Menteri di Kantor Perdana Menteri di bawah pemerintahan Kukrit Pramoj.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Jadi PM Baru, Andy Burnham...
Jadi PM Baru, Andy Burnham Izinkan AS Gunakan Pangkalan Inggris untuk Serang Iran
Walkot New York Mamdani...
Walkot New York Mamdani Sebut Netanyahu Arsitek Genosida, Desak AS Tangkap
Rekomendasi
MNC Peduli Gelar Operasi...
MNC Peduli Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis di Bogor
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
Berita Terkini
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved