China Hadapi Kritik atas Kondisi Kebebasan Hukum usai 'Insiden 709'

Kamis, 10 Juli 2025 - 10:25 WIB
loading...
A A A
Menurut data yang dihimpun Chinese Human Rights Defenders, sebuah LSM berbasis di AS, antara 2017 hingga 2019 tercatat 29 kasus pencabutan atau penangguhan lisensi terhadap firma hukum atau pengacara. Angka ini naik dari hanya sembilan kasus pada 2014–2016.

Pada saat yang sama, China memperluas penyediaan bantuan hukum, yang menurut pemerintah akan “menguntungkan lebih banyak orang yang membutuhkan.”

"Tak Ada yang Benar-benar Aman"


Sebuah studi di China pada 2022 menunjukkan bahwa 60 persen terdakwa yang memiliki perwakilan hukum akan mendapatkan bantuan hukum dari pemerintah. Namun, undang-undang bantuan hukum menyatakan bahwa tujuannya adalah “menegakkan kepemimpinan Partai Komunis China,” dan para pengkritik menilai bahwa perubahan ini—termasuk dimasukkannya Pemikiran Xi Jinping ke dalam anggaran dasar Asosiasi Pengacara Seluruh China—telah mempersempit ruang bagi pengacara independen.

“Pemerintah China memperketat kendali ideologis di seluruh profesi hukum sembari memperluas layanan bantuan hukum publik—namun layanan itu harus disediakan oleh pengacara yang loyal pada Partai,” kata Wang.

Banyak pengacara HAM di China mengatakan bahwa pekerjaan mereka kini terpaksa dilakukan secara diam-diam. Mereka yang tidak memiliki lisensi hanya bisa memberikan saran informal kepada mereka yang membutuhkan, namun kemampuannya sangat terbatas.

Dalam kondisi seperti ini, “tak ada yang benar-benar aman,” kata Xie Yanyi, pengacara yang pernah ditahan saat Insiden 709. “Hak asasi manusia adalah milik semua orang, dan negara hukum seharusnya melindungi semua orang.”

Namun, Xie tetap menyimpan harapan. “Meski tahun terjadinya Insiden 709 menandai kemunduran besar dalam negara hukum di China... saya percaya, masyarakat perlahan sedang membangun ketangguhan, menjadi dewasa, dan makin kuat.”

Kementerian Kehakiman China dan Biro Keamanan Publik tidak merespons permintaan komentar.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Feri Tua Membawa 133...
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
Raja Charles Senang...
Raja Charles Senang Inggris Punya Masjid Ramah Lingkungan Pertama di Eropa
Rekomendasi
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
Infografis
5 Makanan Penurun Kolesterol...
5 Makanan Penurun Kolesterol Usai Lebaran yang Wajib Dicoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved