China Hadapi Kritik atas Kondisi Kebebasan Hukum usai 'Insiden 709'

Kamis, 10 Juli 2025 - 10:25 WIB
loading...
A A A
Namun, gerakan yang baru tumbuh dan diikuti oleh Jiang itu segera ditekan begitu Xi Jinping menjadi Presiden China pada tahun 2012.

Penindasan terhadap Aktivis HAM


Meski beberapa pengacara weiquan juga tertarik pada reformasi politik, sebagian besar hanya fokus bekerja di dalam sistem hukum China yang ada. “Pekerjaan sehari-hari kami bukan tentang menyebarkan ide asing,” kata Ren.

“Kami hanya ingin membela warga biasa berdasarkan hukum yang sudah ada di China sendiri, hukum yang merupakan bagian dari sistem hukum Partai Komunis China. Tapi bahkan di dalam kerangka itu pun, kami tidak diperbolehkan membantu,” sambung dia.

Di bawah kekuasaan Xi, para aktivis ditangkap, firma hukum independen dan LSM diperketat, dan segala bentuk aktivitas terorganisir di luar kendali Partai dikekang dengan ketat.

“Pemerintah China di bawah Xi Jinping berusaha menghapus pengaruh para pengacara yang membela hak rakyat,” sebut Maya Wang, Direktur Asosiasi untuk China di Human Rights Watch (HRW).

Sepuluh tahun setelah penindasan itu, para pekerja HAM mengatakan represi terhadap pengacara independen kini menjadi lebih sistematis dan tak terlihat, tidak lagi sebatas menangkap individu.

Mereka yang terdampak Insiden 709 menggambarkan hidup dalam kondisi pelecehan dan pengawasan, serta sering kali dilarang ke luar negeri. Jiang bahkan belum bertemu istri dan putrinya, yang telah meninggalkan China, selama lebih dari satu dekade.

Secara umum, pengacara yang menangani kasus-kasus sensitif menurut Partai telah dicabut kredensial profesionalnya, sementara reformasi hukum dan politik memperkuat peran Partai dalam firma hukum.

Ren sempat lolos dari gelombang represi pertama setelah Insiden 709. Selama beberapa tahun, dia masih mencoba menangani kasus-kasus sensitif, termasuk kasus Zhang Zhan, jurnalis warga yang dipenjara setelah melaporkan kondisi awal pandemi Covid-19 dari Wuhan.

Pada tahun 2021, lisensi praktik Ren akhirnya dicabut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Pigai Sebut Masyarakat...
Pigai Sebut Masyarakat Indonesia Belum Siap Terima LGBT
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Kalahkan Jerman di Piala...
Kalahkan Jerman di Piala Dunia, Paraguay: Lebih dari Olahraga, Ini Hari Bersejarah!
Rekomendasi
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Berita Terkini
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Infografis
5 Makanan Penurun Kolesterol...
5 Makanan Penurun Kolesterol Usai Lebaran yang Wajib Dicoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved