Separuh Warga Ukraina Prediksi Negaranya Akan Hancur 2035, Ini Alasannya

Rabu, 09 Juli 2025 - 15:05 WIB
loading...
Separuh Warga Ukraina...
Separuh warga Ukraina prediksi negaranya akan hancut psfa 2035. Foto/X
A A A
MOSKOW - Hampir separuh warga Ukraina meyakini negara mereka bisa hancur dan sebagian besar penduduknya akan kosong pada tahun 2035. Itu terungkap dalam sebuah jajak pendapat baru menunjukkan hal ini, mencerminkan meningkatnya pesimisme publik seiring berlarutnya konflik dengan Rusia.

Survei yang dilakukan oleh Institut Sosiologi Internasional Kiev (KIIS), yang ditinjau oleh Ukrainskaya Pravda pada hari Selasa, menemukan bahwa 47% warga Ukraina kini memperkirakan kehancuran nasional yang signifikan dan emigrasi massal dalam dekade mendatang. Hal ini menandai penurunan tajam optimisme dibandingkan tahun lalu.

"Pada Desember 2024, lebih dari 57% responden meyakini Ukraina akan makmur di Uni Eropa dalam sepuluh tahun. Namun, pada akhir Mei – awal Juni, hampir separuh responden menganggap Ukraina telah hancur," ujar Direktur Eksekutif KIIS, Anton Hrushetsky, dilansir RT.

Sebaliknya, pada Oktober 2022, hanya 5% responden yang meramalkan kehancuran nasional, sementara 88% responden meyakini kemakmuran di masa depan.

Para sosiolog sebagian mengaitkan pergeseran ini dengan kekecewaan terhadap kebijakan AS dan memudarnya keyakinan warga Ukraina bahwa kepemimpinan mereka sendiri dapat menegosiasikan perdamaian.

Sebelum menjabat pada bulan Januari, Presiden AS Donald Trump berjanji untuk segera mengakhiri konflik antara Moskow dan Kiev, tetapi baru-baru ini mengakui bahwa hal itu terbukti lebih rumit daripada yang diantisipasinya.

Trump menggambarkan Vladimir Zelensky dari Ukraina sebagai "bukan orang yang mudah dihadapi" dan mengkritik Kiev atas sikapnya dalam konflik tersebut.

Baca Juga: Zohran Mamdani, Politisi Muslim Bergaya Bollywood Guncang AS

Presiden AS dan pemimpin Ukraina berselisih secara terbuka dalam pertemuan di Ruang Oval pada bulan Februari, ketika Trump dan Wakil Presiden J.D. Vance menuduh Zelensky tidak berterima kasih atas dukungan AS dan "berjudi dengan Perang Dunia Ketiga."

Pekan lalu, Pentagon menghentikan pengiriman senjata ke Ukraina menyusul keputusan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, yang memerintahkan "tinjauan kemampuan." Kremlin menyambut baik penangguhan tersebut, dengan mengatakan hal itu dapat membawa konflik lebih dekat ke resolusi.

Namun, Trump tampaknya melunakkan pendiriannya pada hari Senin, dengan mengatakan Ukraina "sedang terpukul sangat keras sekarang" oleh serangan Rusia. Rusia telah berulang kali mengecam pasokan senjata Barat ke Ukraina, dengan alasan hal itu memperpanjang konflik.

Moskow mengatakan perdamaian abadi akan mengharuskan Ukraina untuk mencabut klaim teritorialnya dan membatalkan rencana untuk bergabung dengan NATO – tuntutan yang ditolak Kiev.

Pada bulan Juni, Institut Sosiologi Internasional Kiev merilis hasil survei yang menunjukkan bahwa hampir 40% warga Ukraina bersedia menerima konsesi teritorial untuk mengakhiri permusuhan secepat mungkin, suatu angka yang telah meningkat empat kali lipat selama dua tahun terakhir.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Kisah Tobat Nabi Adam...
Kisah Tobat Nabi Adam Diterima Allah pada 10 Muharram, Setelah 300 Tahun Memohon Ampunan
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved