Inspektur IAEA Tinggalkan Teheran setelah Perang Iran-Israel-AS

Jum'at, 04 Juli 2025 - 21:57 WIB
loading...
Inspektur IAEA Tinggalkan...
Logo IAEA dengan latar belakang kota Teheran, Iran. Foto/mna
A A A
TEHERAN - Sekelompok inspektur dari pengawas nuklir PBB telah meninggalkan Iran, menyusul keputusan Teheran menangguhkan kerja sama dengan organisasi tersebut. Perkembangan itu terjadi setelah perang 12 hari antara Iran dan Israel yang dibantu Amerika Serikat (AS).

Dalam pernyataan yang diunggah di X pada hari Jumat (4/7/2025), Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan para karyawannya akan kembali ke kantor pusatnya di Wina, Austria.

“Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi menekankan pentingnya mengadakan pembicaraan dengan Iran guna melanjutkan pekerjaan pemantauan dan verifikasinya sesegera mungkin,” papar unggahan tersebut.

Para inspektur tetap berada di ibu kota Iran selama pertempuran baru-baru ini, yang dimulai pada tanggal 13 Juni ketika Israel menargetkan lokasi militer Iran dan menewaskan beberapa komandan paling senior, ilmuwan terkemuka, dan sejumlah warga sipil di negara itu.

AS kemudian terlibat dalam konflik tersebut, menjatuhkan bom penghancur bunker di fasilitas nuklir di Iran.

Serangan AS itu diklaim pemerintahan Presiden Donald Trump telah secara signifikan menghambat program nuklir negara tersebut.

Setelah serangan udara AS dan Israel, Iran, yang mengatakan pihaknya masih berkomitmen pada Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT), tetapi dengan menyakitkan memperjelas ketidakpercayaannya yang berkembang terhadap IAEA.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Akan Rebut Pulau...
AS Akan Rebut Pulau Kharg, Iran: Kita Akan Menyambut
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
Perkenalkan Sally, Robot...
Perkenalkan Sally, Robot Cantik yang Jadi Guru SMA
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
AS Sempat Tunda Mengebom...
AS Sempat Tunda Mengebom Iran demi Nonton Final Piala Dunia
Ikuti Arab Saudi, Kuwait...
Ikuti Arab Saudi, Kuwait Cari Perlindungan dari Pakistan yang Bersenjata Nuklir
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Kebakaran Panti Asuhan...
Kebakaran Panti Asuhan Tewaskan Setidaknya 11 Orang, Termasuk Anak-Anak
Trump Murka Asap Kebakaran...
Trump Murka Asap Kebakaran Hutan Kanada Selimuti Sebagian Besar AS: Tak Bisa Diterima!
Rekomendasi
Bea Cukai Papua Fasilitasi...
Bea Cukai Papua Fasilitasi dan Gerakkan Ekonomi Daerah, dari PSN hingga UMKM
5 Tips Atasi Craving...
5 Tips Atasi Craving ala Menkes, Tetap Makan Enak dan Sehat
Mensesneg Minta Jangan...
Mensesneg Minta Jangan Kaitkan Kasus Febrie Adriansyah dengan Prabowo
Berita Terkini
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Perkenalkan Sally, Robot...
Perkenalkan Sally, Robot Cantik yang Jadi Guru SMA
Dana Pensiun ASN Malaysia...
Dana Pensiun ASN Malaysia Rp717 Miliar Lenyap dalam Skandal eFishery, KPK Negeri Jiran Turun Tangan
Mengapa Inggris Tolak...
Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved