Diancam Akan Dijatuhkan Sanksi, Rusia: Jerman Hanya Menggertak

Rabu, 09 September 2020 - 00:48 WIB
loading...
Diancam Akan Dijatuhkan...
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova. Foto/China Daily
A A A
MOSKOW - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia , Maria Zakharova, mengatakan pihaknya telah memanggil duta besar Jerman terkait serangan racun terhadap tokoh oposisi Alexey Navalny . Dalam kesempatan itu, Moskow menuntut Berlin menyerahkan semua bukti bahwa Navalny diracun.

“Saatnya menunjukkan kartu Anda,” tulis Zakharova di Facebook.

“Berlin (hanya) menggertak dalam menjalankan keributan politik yang kotor," imbuhnya seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (9/9/2020).

Sebelumnya, Jerman mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada Rusia terkait dengan serangan racun terhadap Navalny. Berlin menuturkan, sanksi akan dijatuhkan, jika Kremlin tidak segera memberikan penjelasan mengenai insiden yang menimpa tokoh oposisi Rusia tersebut. (Baca juga: Jerman Ancam Jatuhkan Sanksi pada Rusia Terkait dengan Navalny )

Rusia mengatakan tidak menemukan bukti bahwa Navalny diracuni setelah dia jatuh sakit selama penerbangan ke Moskow dari Siberia, tempat dia mengumpulkan pendukung oposisi menjelang pemilihan daerah bulan ini. Sejauh ini Rusia belum membuka penyelidikan kriminal formal atas kasus tersebut, meskipun Merkel menyerukan penyelidikan penuh.

Seorang pejabat medis tinggi di wilayah Siberia tempat Navalny awalnya dirawat sebelum dikirim ke Jerman mempertanyakan data Berlin tentang penyakitnya.

"Penyebabnya jelas bukan Novichok, tidak ada tanda-tanda keracunan," kata Alexander Sabayev, menurut kantor berita RIA Novosti yang dikelola pemerintah Rusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
PM Pakistan: Kesepakatan...
PM Pakistan: Kesepakatan AS-Iran Berpotensi Rampung dalam 24 Jam
SpaceX Pecahkan Rekor...
SpaceX Pecahkan Rekor IPO Terbesar Sepanjang Sejarah, Raup Dana Rp1.335 Triliun
Rekomendasi
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Berita Terkini
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved