Warga Maroko Diminta Tidak Potong Hewan Kurban saat Iduladha, Ada Apa?

Kamis, 05 Juni 2025 - 17:01 WIB
loading...
Warga Maroko Diminta...
Warga menggendong domba untuk persiapan Iduladha pada tahun 2017. Foto/anadolu
A A A
RABAT - Untuk pertama kalinya di bawah pemerintahan Raja Mohammed VI, warga Maroko merayakan Iduladha tanpa ritual pengorbanan hewan. Kondisi ini mengikuti arahan kerajaan di tengah kesulitan ekonomi yang semakin dalam dan krisis pertanian.

Iduladha adalah salah satu hari paling suci bagi umat Islam di seluruh dunia, dan Maroko tidak terkecuali.Namun tahun ini, perayaan yang akan dirayakan pada tanggal 7 Juni di negara Afrika Utara tersebut diperkirakan akan terlihat sangat berbeda.

Hari keagamaan tersebut memperingati kesediaan Nabi Ibrahim untuk mengorbankan putranya atas perintah Tuhan.

Umat Islam menandai Iduladha ini dengan menyembelih seekor domba atau hewan lain, berbagi daging di antara keluarga dan menyumbangkan sebagian daging kepada mereka yang kurang beruntung.

Namun, setelah tujuh tahun cuaca kering, kawanan domba Maroko telah berkurang hingga 38%, yang telah meningkatkan harga domba secara drastis. Tahun lalu, harga mencapai sekitar USD600 per ekor atau USD7-7,5 per kilo.

Di sisi lain, upah minimum di kerajaan pada tahun 2025 adalah 3.100 dirham per bulan (USD335), yang membuat harga domba menjadi tidak terjangkau bagi banyak orang.

Sebagai tanggapan, Raja Mohammed VI mengumumkan pada bulan Februari melalui surat yang dibacakan menteri urusan Islam bahwa keluarga harus "menjauhkan diri" dari penyembelihan domba tahun ini dan raja akan melaksanakan kurban Iduladha atas nama rakyat.

"Melaksanakannya dalam keadaan sulit ini akan menyebabkan kerugian nyata bagi banyak rakyat kita, terutama mereka yang berpenghasilan terbatas," bunyi surat itu.

Pengumuman seperti itu belum pernah dibuat sejak pemerintahan mendiang Raja Hassan, yang membatalkan kurban Iduladha tiga kali selama pemerintahannya karena alasan yang sama atau setelah Perang Pasir tahun 1963 dengan negara tetangga Aljazair.

Raja di Maroko memiliki otoritas tertinggi di negara tersebut. Sebagai Panglima Umat Beriman (dikenal sebagai Amir al-Muminin), ia memiliki keutamaan atas berbagai keputusan termasuk kegiatan keagamaan.

Bantu Pulihkan Ternak Nasional


Mohammed Jadri, ekonom Maroko dan direktur Observatory of Government Action, sebuah organisasi pemantauan swasta, meyakini pembatalan kurban secara umum dapat bermanfaat.

“Kita tahu hari ini bahwa daya beli banyak warga negara telah menurun drastis. Oleh karena itu, membatalkan Iduladha dapat menyelamatkan orang-orang ini dari pengeluaran sumber daya keuangan,” ujar dia kepada Middle East Eye.

“Pembatalan kurban akan meringankan beban mereka yang menderita tahun lalu, di mana ternak mencapai rekor harga yang melebihi USD500 hingga USD600 per ekor,” papar dia.

Petani skala kecil dan pekerja pertanian akan menjadi yang paling terdampak oleh keputusan kerajaan tersebut, menurut ekonom itu.

Dia menjelaskan, “Masyarakat pedesaan sangat bergantung pada musim Iduladha, terutama selama tahun-tahun pertanian yang kering. Bagi banyak orang, Iduladha adalah kesempatan untuk mengganti kerugian dalam pertanian dan produksi tanaman.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Bangladesh Selamatkan...
Menteri Bangladesh Selamatkan 'Donald Trump' dari Penyembelihan di Hari Raya Iduladha
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon saat Iduladha, Hizbullah Bentrok dengan Tentara Zionis
Ulama Syiah: Keinginan...
Ulama Syiah: Keinginan AS dan Israel Dibawa hingga Liang Kubur Mereka
4 Fakta Perayaan Iduladha...
4 Fakta Perayaan Iduladha di Gaza, Tidak Ada Daging Korban dan Gagal Berangkat Haji
Jadi Selebriti, Kerbau...
Jadi Selebriti, Kerbau Albino Bernama Donald Trump Akan Disembelih saat Iduladha
2 Tentara AS Hilang...
2 Tentara AS Hilang dalam Latihan Perang di Maroko, Diduga Jatuh ke Laut
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur 21 Target Militer hingga Pangkalan di Yordania
Panas! Iran Gempur 18...
Panas! Iran Gempur 18 Target Milliter AS di Timur Tengah
Rekomendasi
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Korea Selatan vs Republik...
Korea Selatan vs Republik Ceko: Konsistensi Kontra Jago Bola Mati
Berita Terkini
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Infografis
Bersiap Perang, 450...
Bersiap Perang, 450 Juta Warga Uni Eropa Diminta Timbun Makanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved