Warga Maroko Diminta Tidak Potong Hewan Kurban saat Iduladha, Ada Apa?
Kamis, 05 Juni 2025 - 17:01 WIB
loading...
A
A
A
Biasanya, setiap Iduladha, 230.000 ekor ternak disembelih. “Populasi ternak kita diperkirakan tidak akan pulih sepenuhnya sebelum tahun 2027, jadi tidak menyembelih domba tahun ini dapat membantu memulihkan kawanan ternak nasional,” ujar Jadri.
Menanggapi pengumuman raja, pemerintah meluncurkan inisiatif untuk membantu pekerja pertanian.
Menteri Pertanian Ahmed El Bouari mengatakan pada 22 Mei dalam jumpa pers bahwa pemerintah akan mengalokasikan 700 juta dirham (USD76,5 juta) untuk merestrukturisasi sektor tersebut dan membatalkan utang yang dimiliki oleh 50.000 peternak.
Peternak skala kecil merupakan 75% dari mereka yang akan mendapat manfaat dari keringanan utang tersebut.
“Ternak betina juga akan didaftarkan dan peternak yang tidak menyembelihnya akan menerima kompensasi sebesar 400 dirham (USD43),” papar El Bouari.
Fatima, yang menjalankan bisnis binatu di Rabat, berbicara tentang beban emosional dan finansial bagi mereka yang tidak mampu membeli domba.
"Ini bukan situasi yang normal bagi Maroko, saya tahu banyak keluarga yang tidak dapat membeli domba tahun ini," papar dia kepada MEE, menggambarkan perasaan itu sebagai sesuatu yang "sangat tidak manusiawi bagi keluarga-keluarga ini".
Baginya, pernyataan raja mengisyaratkan kepemimpinan yang kuat. "Kata-kata raja menunjukkan ia merenungkan masalah di Maroko dan bertindak, ia menunjukkan nilai-nilai Islam sejati dalam praktik dengan meringankan tekanan pada orang-orang dan memikirkan mereka yang kurang beruntung. Ini adalah hal yang indah," ungkap dia.
Biasanya, sebulan atau bahkan lebih menjelang Iduladha, papan-papan besar berjejer di lorong-lorong supermarket yang mengiklankan berbagai kebutuhan untuk perayaan tersebut, termasuk pisau tajam, panggangan, dan tusuk daging untuk barbekyu.
Abdelali, dari provinsi pedesaan Benslimane, menyoroti pengurangan yang signifikan dalam pemasaran dan peralatan terkait Iduladha menjelang acara tahun ini.
"Saya sedang berada di jaringan supermarket Marjane sekarang. Peralatan Iduladha hampir tidak dipajang, ruangnya sangat terbatas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dan pemasarannya sangat rahasia, jika tidak bisa dikatakan tidak ada," papar dia kepada MEE.
Dia menambahkan, “Jika Anda tidak tahu lebih baik, Anda tidak akan mengira Iduladha sudah dekat.”
Menurut Abdelali, “Menentang keinginan raja untuk tidak melakukan kurban Iduladha akan menyebabkan kemarahan yang lebih besar di kalangan masyarakat."
“Doa-doa akan tetap dilakukan, keluarga-keluarga akan tetap bersatu, hanya bilahnya yang akan tetap bersih,” papar dia.
Meskipun banyak warga Maroko tampaknya menganggap keputusan raja sebagai tindakan yang bijaksana, di negara yang jarang mengkritik raja di depan publik, orang-orang lain yang memiliki cukup uang telah menemukan cara menyiasati keputusan tersebut.
Menanggapi pengumuman raja, pemerintah meluncurkan inisiatif untuk membantu pekerja pertanian.
Menteri Pertanian Ahmed El Bouari mengatakan pada 22 Mei dalam jumpa pers bahwa pemerintah akan mengalokasikan 700 juta dirham (USD76,5 juta) untuk merestrukturisasi sektor tersebut dan membatalkan utang yang dimiliki oleh 50.000 peternak.
Peternak skala kecil merupakan 75% dari mereka yang akan mendapat manfaat dari keringanan utang tersebut.
“Ternak betina juga akan didaftarkan dan peternak yang tidak menyembelihnya akan menerima kompensasi sebesar 400 dirham (USD43),” papar El Bouari.
Tidak Ada Tanda-tanda Iduladha
Fatima, yang menjalankan bisnis binatu di Rabat, berbicara tentang beban emosional dan finansial bagi mereka yang tidak mampu membeli domba.
"Ini bukan situasi yang normal bagi Maroko, saya tahu banyak keluarga yang tidak dapat membeli domba tahun ini," papar dia kepada MEE, menggambarkan perasaan itu sebagai sesuatu yang "sangat tidak manusiawi bagi keluarga-keluarga ini".
Baginya, pernyataan raja mengisyaratkan kepemimpinan yang kuat. "Kata-kata raja menunjukkan ia merenungkan masalah di Maroko dan bertindak, ia menunjukkan nilai-nilai Islam sejati dalam praktik dengan meringankan tekanan pada orang-orang dan memikirkan mereka yang kurang beruntung. Ini adalah hal yang indah," ungkap dia.
Biasanya, sebulan atau bahkan lebih menjelang Iduladha, papan-papan besar berjejer di lorong-lorong supermarket yang mengiklankan berbagai kebutuhan untuk perayaan tersebut, termasuk pisau tajam, panggangan, dan tusuk daging untuk barbekyu.
Abdelali, dari provinsi pedesaan Benslimane, menyoroti pengurangan yang signifikan dalam pemasaran dan peralatan terkait Iduladha menjelang acara tahun ini.
"Saya sedang berada di jaringan supermarket Marjane sekarang. Peralatan Iduladha hampir tidak dipajang, ruangnya sangat terbatas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dan pemasarannya sangat rahasia, jika tidak bisa dikatakan tidak ada," papar dia kepada MEE.
Dia menambahkan, “Jika Anda tidak tahu lebih baik, Anda tidak akan mengira Iduladha sudah dekat.”
Menurut Abdelali, “Menentang keinginan raja untuk tidak melakukan kurban Iduladha akan menyebabkan kemarahan yang lebih besar di kalangan masyarakat."
“Doa-doa akan tetap dilakukan, keluarga-keluarga akan tetap bersatu, hanya bilahnya yang akan tetap bersih,” papar dia.
Menyoroti Ketidaksetaraan
Meskipun banyak warga Maroko tampaknya menganggap keputusan raja sebagai tindakan yang bijaksana, di negara yang jarang mengkritik raja di depan publik, orang-orang lain yang memiliki cukup uang telah menemukan cara menyiasati keputusan tersebut.
Lihat Juga :