Media Asing Soroti Mantan Teroris Bom Bali Umar Patek Buka Kedai Kopi
Selasa, 03 Juni 2025 - 12:31 WIB
loading...
A
A
A
Umar Patek mengatakan pemilik restoran telah menyumbangkan peralatan untuk membuat kopi.
Kepada This Week in Asia, dia mengatakan bahwa langkahnya adalah tentang memulai hidup baru.
“Dulu, saya meramu bom, dan sekarang saya meramu kopi,” kata Umar Patek.
Restoran tersebut telah mengunggah video promosi dengan Umar Patek di media sosial.
Satu keterangan berbunyi: “Dia dikenal karena luka yang ditinggalkannya, sekarang dia dikenang karena aroma kopi yang diseduhnya."
“Perjalanan hidupnya bukan tentang masa lalu yang kelam, tetapi tentang keberanian untuk berubah dan memilih jalan yang membawa kedamaian. Satu orang, satu cangkir kopi, dan sejuta harapan baru.”
Terkait pembebasan Umar Patek dari penjara pada tahun 2022, pemerintah Indonesia mengatakan bahwa Umar Patek telah berpartisipasi dalam program deradikalisasi dan memperoleh remisi atas perilakunya yang baik.
Menteri Dalam Negeri Australia saat itu, Clare O’Neil, mengatakan bahwa pembebasan Umar Patek merupakan “hari yang sangat mengerikan bagi para korban Bom Bali."
Kepada This Week in Asia, dia mengatakan bahwa langkahnya adalah tentang memulai hidup baru.
“Dulu, saya meramu bom, dan sekarang saya meramu kopi,” kata Umar Patek.
Restoran tersebut telah mengunggah video promosi dengan Umar Patek di media sosial.
Satu keterangan berbunyi: “Dia dikenal karena luka yang ditinggalkannya, sekarang dia dikenang karena aroma kopi yang diseduhnya."
“Perjalanan hidupnya bukan tentang masa lalu yang kelam, tetapi tentang keberanian untuk berubah dan memilih jalan yang membawa kedamaian. Satu orang, satu cangkir kopi, dan sejuta harapan baru.”
Terkait pembebasan Umar Patek dari penjara pada tahun 2022, pemerintah Indonesia mengatakan bahwa Umar Patek telah berpartisipasi dalam program deradikalisasi dan memperoleh remisi atas perilakunya yang baik.
Menteri Dalam Negeri Australia saat itu, Clare O’Neil, mengatakan bahwa pembebasan Umar Patek merupakan “hari yang sangat mengerikan bagi para korban Bom Bali."
Lihat Juga :