Media Asing Soroti Mantan Teroris Bom Bali Umar Patek Buka Kedai Kopi
Selasa, 03 Juni 2025 - 12:31 WIB
loading...
A
A
A
Warga Australia, Sandra Thompson, yang putranya yang berusia 29 tahun, Clint Thompson, tewas dalam pengeboman tersebut, bereaksi terhadap berita tentang bisnis baru Umar Patek.
“Apakah pria ini sudah bertobat? Apakah dia masih berpikir bahwa apa yang dilakukannya adalah benar secara moral? Atau apakah dia baru saja menjalani hukuman lalu melupakannya?” katanya kepada This Week in Asia, yang dikutip news.com.au, Selasa (3/6/2025).
“Dua ratus dua nyawa ditambah bayi yang belum lahir dan para penyintas yang masih hidup dengan dampak dari luka-luka mereka. Apakah dia sudah membayarnya? Tidak akan pernah, jika dia tidak merasa menyesal," paparnya.
Umar Patek sebelumnya menjuluki dirinya sebagai "pembunuh dan pendosa" dan mengatakan bahwa dia telah meminta maaf kepada para korban yang bersedia mendengarkannya.
"Semua orang yang pernah bertemu dengan saya secara langsung telah memaafkan saya," kata Umar Patek dalam sesi wawancara Al Jazeera pada tahun 2023.
"Ketika saya bertemu dengan para korban, saya berkata, 'Saya Umar Patek dan saya terlibat dalam pengeboman Bali', lalu saya menjelaskan mengapa saya ada di sana, dan meminta maaf," lanjut dia.
"Saya tidak meminta maaf agar bisa keluar dari penjara lebih awal, tetapi semuanya selalu salah di mata orang lain. Jika saya meminta maaf, orang akan mengatakan bahwa saya berpura-pura dan itu adalah pilihan yang strategis. Jika saya tidak meminta maaf, orang akan mengatakan bahwa saya sombong," imbuh dia.
“Apakah pria ini sudah bertobat? Apakah dia masih berpikir bahwa apa yang dilakukannya adalah benar secara moral? Atau apakah dia baru saja menjalani hukuman lalu melupakannya?” katanya kepada This Week in Asia, yang dikutip news.com.au, Selasa (3/6/2025).
“Dua ratus dua nyawa ditambah bayi yang belum lahir dan para penyintas yang masih hidup dengan dampak dari luka-luka mereka. Apakah dia sudah membayarnya? Tidak akan pernah, jika dia tidak merasa menyesal," paparnya.
Umar Patek sebelumnya menjuluki dirinya sebagai "pembunuh dan pendosa" dan mengatakan bahwa dia telah meminta maaf kepada para korban yang bersedia mendengarkannya.
"Semua orang yang pernah bertemu dengan saya secara langsung telah memaafkan saya," kata Umar Patek dalam sesi wawancara Al Jazeera pada tahun 2023.
"Ketika saya bertemu dengan para korban, saya berkata, 'Saya Umar Patek dan saya terlibat dalam pengeboman Bali', lalu saya menjelaskan mengapa saya ada di sana, dan meminta maaf," lanjut dia.
"Saya tidak meminta maaf agar bisa keluar dari penjara lebih awal, tetapi semuanya selalu salah di mata orang lain. Jika saya meminta maaf, orang akan mengatakan bahwa saya berpura-pura dan itu adalah pilihan yang strategis. Jika saya tidak meminta maaf, orang akan mengatakan bahwa saya sombong," imbuh dia.
(mas)
Lihat Juga :