Lebih dari 100 Orang Tewas Akibat Banjir di Sudan, Ribuan Rumah Rusak

loading...
Lebih dari 100 Orang Tewas Akibat Banjir di Sudan, Ribuan Rumah Rusak
Anak-anak melintasi jalanan yang banjir di Khartoum, Sudan, 29 Agustus 2020. Foto/Anadolu
A+ A-
KHARTOUM - Sebanyak 101 orang tewas dan 46 orang lainnya terluka akibat hujan lebat dan banjir sejak Juni lalu di Sudan.

Kementerian Dalam Negeri Sudan menyatakan banjir juga merobohkan seluruh bagian dari 24.582 rumah dan merusak sebagian dari 40.415 rumah.

“Banjir merusak 179 fasilitas, 354 toko dan gudang, serta 5.482 hewan ternak mati,” ungkap pernyataan Kementerian itu, dilansir Memo.

Komite Banjir Kementerian Irigasi dan Sumber Daya Air Sudan memperingatkan bahwa Khartoum mencatat level tertinggi air di Sungai Nil. (Baca Juga: Proyek Jet Tempur KF-X/IF-X Korsel, Indonesia Nunggak Rp6,2 Triliun)

Sebelumnya, Dewan Pertahanan dan Keamanan Sudan mendeklarasikan status darurat di penjuru negeri selama tiga bulan, menyatakan negara itu sebagai wilayah bencana alam. (Baca Infografis: Badai Haishen terjang Jepang, Curah Hujan Sangat Tinggi)



Bencana banjir kali ini menambah krisis yang dihadapi negara itu akibat pandemi virus corona. Sudan termasuk negara miskin di Afrika akibat konflik sipil dan kekerasan yang terus terjadi. (Lihat Video: Setelah Daftar di KPU, Calon Bupati Kabupaten Halmahera Meninggal Dunia Saat Orasi)
(sya)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top