Satpam Ini Tewas saat Berhubungan Intim di Pabrik, Keluarganya Diberi Kompensasi karena Dianggap Kecelakaan Kerja
Senin, 12 Mei 2025 - 14:22 WIB
loading...
A
A
A
Sekitar setahun kemudian, putra Zhang mengajukan kompensasi dari Biro Jaminan Sosial Kota. Namun, pihak berwenang menolak permintaannya, dengan mengatakan bahwa kematian ayahnya tidak dihitung sebagai kecelakaan kerja karena tidak terjadi saat dia benar-benar bekerja.
Pada tahun 2016, putra Zhang memutuskan untuk membawa pabrik dan otoritas jaminan sosial ke pengadilan.
Penggugat berpendapat bahwa kematian ayahnya harus dinyatakan sebagai kecelakaan kerja karena ayahnya terus bertugas 24 jam sehari tanpa hari libur.
Karena korban tidak dapat meninggalkan pekerjaannya, dia tidak punya pilihan selain menemui pacarnya di ruang satpam pabrik. Menurut penggugat, istirahat adalah hak dasar pekerja.
Seorang pengacara dari Chongqing juga berpendapat bahwa karena Zhang harus bekerja 24 jam sehari tanpa waktu libur, berkencan dengan pacarnya menjadi kebutuhan fisiologis yang wajar.
Pada tahun 2016, putra Zhang memutuskan untuk membawa pabrik dan otoritas jaminan sosial ke pengadilan.
Penggugat berpendapat bahwa kematian ayahnya harus dinyatakan sebagai kecelakaan kerja karena ayahnya terus bertugas 24 jam sehari tanpa hari libur.
Karena korban tidak dapat meninggalkan pekerjaannya, dia tidak punya pilihan selain menemui pacarnya di ruang satpam pabrik. Menurut penggugat, istirahat adalah hak dasar pekerja.
Seorang pengacara dari Chongqing juga berpendapat bahwa karena Zhang harus bekerja 24 jam sehari tanpa waktu libur, berkencan dengan pacarnya menjadi kebutuhan fisiologis yang wajar.
Lihat Juga :