India dan Pakistan Saling Klaim Menang Perang

Senin, 12 Mei 2025 - 12:14 WIB
loading...
India dan Pakistan Saling...
India dan Pakistan saling mengeklaim menang perang setelah gencatan senjata diumumkan akhir pekan lalu. Foto/Gulf Today
A A A
NEW DELHI - India dan Pakistan sama-sama mengeklaim menang perang setelah kesepatan gencatan senjata diumumkan akhir pekan lalu, yang membawa kedua negara bersenjata nuklir itu mundur dari ambang perang habis-habisan.

Setelah berhari-hari bentrokan yang meningkat yang berpuncak pada kedua belah pihak saling meluncurkan serangan rudal dan pesawat nirawak ke pangkalan militer lawan masing-masing—yang paling dekat dengan perang skala penuh dalam beberapa dekade—gencatan senjata antara India dan Pakistan diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu malam.

Pada hari Minggu, Trump lebih lanjut mengucapkan selamat kepada kedua negara karena "memiliki kekuatan, kebijaksanaan, dan keteguhan untuk sepenuhnya mengetahui dan memahami bahwa sudah waktunya untuk menghentikan agresi saat ini yang dapat menyebabkan kematian dan kehancuran begitu banyak orang, dan begitu banyak hal."

Baca Juga: Ini Jawaban Resmi Militer India soal Klaim Jet Tempur Rafale-nya Ditembak Jatuh J-10 Pakistan

Beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata, muncul kekhawatiran gencatan senjata itu akan berantakan setelah penembakan dimulai lagi di sepanjang perbatasan yang disengketakan di Kashmir dan rudal serta pesawat nirawak sekali lagi diluncurkan ke Kashmir yang dikelola India.

Namun, pada Minggu pagi keadaan tenang di kedua sisi perbatasan, membuat banyak orang berharap perdamaian yang rapuh itu akan bertahan. Masing-masing pihak menuduh pihak lain memicu pelanggaran dan Pakistan mengatakan tetap "berkomitmen untuk melaksanakan gencatan senjata dengan setia".

Mengutip The Guardian, Senin (12/5/2025), militer India mengatakan dalam jumpa pers bahwa mereka telah menyampaikan pesan, melalui "saluran telepon" dengan Pakistan, bahwa jika ada provokasi lintas batas lagi, "niat kami yang tegas dan jelas akan menanggapinya dengan keras".

Baik India maupun Pakistan mengeklaim gencatan senjata sebagai kemenangan, yang memicu gelombang semangat nasionalis di kedua sisi perbatasan.

Menteri Pertahanan India Rajnath Singh mengatakan pada Minggu bahwa "raungan pasukan India mencapai Rawalpindi, markas besar tentara Pakistan".

Dia mengatakan serangan militer, yang diberi nama Operasi Sindoor, "bukan sekadar aksi militer, tetapi simbol tekad politik, sosial, dan strategis India".

Di Pakistan, parade diadakan di dekat perbatasan untuk menghujani militer dengan kelopak bunga, dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif mendeklarasikan 11 Mei sebagai hari pengakuan atas respons angkatan bersenjata terhadap agresi India.

Dalam tulisannya di surat kabar Dawn, komentator Baqir Sajjad menyebut gencatan senjata sebagai "kemenangan yang diperhitungkan" oleh Pakistan. "Yang dengan tegas menolak keunggulan militer dan narasi diplomatik India yang jauh lebih kuat yang ingin dikuasainya," tulisnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
Ikuti Arab Saudi, Kuwait...
Ikuti Arab Saudi, Kuwait Cari Perlindungan dari Pakistan yang Bersenjata Nuklir
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Profil Andy Burnham,...
Profil Andy Burnham, PM Baru Inggris
Iran Bombardir Kompleks...
Iran Bombardir Kompleks Pasukan AS di Yordania, Klaim Tewaskan Banyak Personel
Rekomendasi
John Herdman Pede Timnas...
John Herdman Pede Timnas Indonesia Mampu Bersaing Juarai AFF 2026
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
Berita Terkini
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved