Rumah Eks Presiden Korsel Digerebek untuk Penyelidikan terhadap Dukun dan Hadiah Mewah

Kamis, 01 Mei 2025 - 09:41 WIB
loading...
Rumah Eks Presiden Korsel...
Jaksa Korea Selatan menggerebek rumah mantan presiden Yoon Suk-yeol untuk penyelidikan terhadap dukun dan pemberian hadiah mewah. Foto/Yonhap
A A A
SEOUL - Jaksa Korea Selatan (Korsel) pada hari Rabu menggerebek rumah mantan presiden Yoon Suk-yeol sebagai bagian dari penyelidikan terhadap seorang dukun yang dituduh menerima hadiah mewah untuk kemudian diberikan kepada mantan ibu negara.

Mantan presiden Yoon telah dicabut semua kekuasaan dan hak istimewanya awal bulan ini oleh Mahkamah Konstitusi atas dekrit darurat militernya yang membawa bencana pada 3 Desember.

Dia dipaksa pindah dari kediaman presiden ke rumah lamanya di distrik Seocho, Seoul.

Baca Juga: Mantan Presiden Korsel Didakwa Korupsi karena Minta Pekerjaan untuk Menantunya

Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, melaporkan bahwa jaksa menggerebek rumah Yoon sebagai bagian dari penyelidikannya terhadap berbagai kecurigaan atas hubungan antara keluarganya dan seorang dukun kontroversial.

Dukun tersebut, Jeon Seong-bae, dituduh menerima kalung berlian, tas mewah, dan ginseng—obat kesehatan populer yang harganya bisa mencapai ribuan dolar—dari seorang pejabat tinggi Unification Church (Gereja Penyatuan) dan menyerahkannya kepada istri Yoon, Kim Keon-hee.

Jeon mengeklaim bahwa dia kehilangan hadiah yang dimaksudkan dan tidak pernah memberikannya kepada Kim.

Namun media lokal melaporkan bahwa jaksa penuntut telah memperoleh pesan teks dari pejabat kelompok gereja yang juga dikenal sebagai Moonies yang menuntutnya untuk mengembalikan kalung berlian tersebut.

"Penuntutan juga mencoba untuk memverifikasi keaslian dugaan pengiriman hadiah, dan mencari tahu apakah ibu negara saat itu pernah menerimanya," tulis Yonhap dalam laporannya.

Baik Yoon maupun Kim juga menghadapi kritik atas dugaan hubungan dengan dukun lain, dengan para kritikus mengeklaim Yoon memindahkan kantor kepresidenan pada awal masa jabatannya pada tahun 2022 berdasarkan kepercayaan perdukunan.

Kim juga diperiksa tahun lalu atas tuduhan manipulasi saham dan korupsi, setelah rekaman kamera tersembunyi muncul yang menunjukkan dia menerima tas desainer senilai USD2.200.

Skandal itu menghantam peringkat persetujuan presiden Yoon yang sudah rendah, yang berkontribusi pada kekalahan telak bagi partainya dalam pemilihan umum April lalu karena gagal memenangkan kembali mayoritas Parlemen.

Dia kemudian mengutip dugaan kecurangan Pemilu dan kebuntuan legislatif sebagai pembenaran atas upayanya yang berumur pendek untuk menangguhkan pemerintahan sipil.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Kesal! Trump: AS Bayar...
Kesal! Trump: AS Bayar Mahal untuk Lindungi Eropa dari Serangan Rusia
Rekomendasi
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Pegadaian CPS Pondok...
Pegadaian CPS Pondok Aren Gelar Pengobatan Gratis bagi Ratusan Masyarakat
Inggris vs Ghana 0-0,...
Inggris vs Ghana 0-0, Laga Hambar di Boston
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Bacaan Niat Puasa Ramadan...
Bacaan Niat Puasa Ramadan untuk Harian dan Sebulan Penuh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved