Terancam Perang dengan India, Pakistan Siap Investigasi Netral Pembantaian 26 Turis Hindu di Kashmir

Minggu, 27 April 2025 - 10:05 WIB
loading...
A A A
India juga telah mengusir semua penasihat pertahanan, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara dari Komisi Tinggi Pakistan di New Delhi. Orang-orang tersebut telah dinyatakan sebagai persona non-grata dan diperintahkan untuk meninggalkan India dalam waktu seminggu.

Sejalan dengan itu, India akan menarik penasihat militernya dari komisi tingginya sendiri di Islamabad. Lima staf pendukung yang ditugaskan untuk penasihat layanan di kedua misi juga akan dipanggil pulang.

India telah menangguhkan Skema Pengecualian Visa SAARC untuk warga negara Pakistan. Semua visa yang dikeluarkan untuk warga negara Pakistan berdasarkan program ini telah dibatalkan dengan segera.

CCS juga memerintahkan penutupan segera Pos Pemeriksaan Terpadu di Attari, satu-satunya pos perbatasan darat yang berfungsi antara India dan Pakistan. Warga negara Pakistan yang telah memasuki India melalui pos dengan dokumen yang sah diperintahkan kembali sebelum batas waktu 1 Mei.

Salah satu tindakan India yang paling penting adalah penangguhan Perjanjian Perairan Indus tahun 1960. Misri menyatakan bahwa perjanjian tersebut akan tetap ditangguhkan sampai Pakistan dapat "secara kredibel dan tidak dapat ditarik kembali menolak dukungannya terhadap terorisme lintas batas."

Pakistan sebelumnya menyatakan penangguhan perjanjian air yang penting itu sama saja dengan "tindakan perang".

Di tengah ketegangan tersebut, pasukan Pakistan dan India saling mengumbar tembakan di sepanjang Garis Kontrol (LoC). Tidak ada laporan tentang korban di kedua belah pihak.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
Ikuti Arab Saudi, Kuwait...
Ikuti Arab Saudi, Kuwait Cari Perlindungan dari Pakistan yang Bersenjata Nuklir
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Jadi PM Baru, Andy Burnham...
Jadi PM Baru, Andy Burnham Izinkan AS Gunakan Pangkalan Inggris untuk Serang Iran
Perang Berpotensi Meluas,...
Perang Berpotensi Meluas, Inggris Siap-Siap Hadapi Serangan Iran
Rekomendasi
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Penyesuaian Tarif PNBP...
Penyesuaian Tarif PNBP Berkeadilan, Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Punya Usaha di Bangunan...
Punya Usaha di Bangunan Cagar Budaya? Ini Ketentuan Pengurangan PBB-P2 di Jakarta
Berita Terkini
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved