Terancam Perang dengan India, Pakistan Siap Investigasi Netral Pembantaian 26 Turis Hindu di Kashmir
Minggu, 27 April 2025 - 10:05 WIB
loading...
A
A
A
"Jika terjadi serangan habis-habisan atau semacamnya, maka jelas akan terjadi perang habis-habisan," imbuh dia.
Dalam pidatonya di upacara wisuda di Akademi Militer Pakistan di Kakul, Khyber-Pakhtunkhwa, PM Sharif mengatakan bahwa negaranya terbuka untuk mengambil bagian dalam investigasi yang kredibel.
"Tragedi baru-baru ini di Pahalgam adalah contoh lain dari permainan menyalahkan yang terus-menerus ini, yang harus dihentikan. Melanjutkan perannya sebagai negara yang bertanggung jawab, Pakistan terbuka untuk berpartisipasi dalam investigasi yang netral, transparan, dan kredibel," kata Sharif.
NDTV, mengutip sumber intelijen Adil Ahmed Thoker, melaporkan pada Minggu (27/4/2025) bahwa salah satu tersangka utama dalam serangan teror tersebut pergi ke Pakistan, menerima pelatihan militer dari kelompok teror dan menyusup ke India enam tahun kemudian bersama dengan beberapa teroris Pakistan.
"Pakistan selalu mengutuk terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya," kata Sharif. "Angkatan Bersenjata Pakistan tetap sepenuhnya mampu dan siap untuk mempertahankan kedaulatan negara dan integritas teritorialnya terhadap segala tindakan yang tidak diinginkan," imbuh dia.
Komite Kabinet Keamanan (CCS) India, yang diketuai oleh PM Narendra Modi, dibentuk pada hari Rabu untuk menentukan respons India terhadap serangan 23 April di Pahalgam. CCS mengumumkan tindakan menyeluruh terhadap Pakistan, yang dituduh New Delhi sebagai tempat berlindung dan mendukung terorisme lintas batas.
Pada jumpa pers pada Rabu malam, Menteri Luar Negeri Vikram Misri mengumumkan tindakan tersebut. Yang paling utama adalah pengurangan misi diplomatik di setiap negara. Baik komisi tinggi India maupun Pakistan akan mengurangi kekuatan personel mereka dari 55 menjadi 30, yang akan selesai pada 1 Mei.
Dalam pidatonya di upacara wisuda di Akademi Militer Pakistan di Kakul, Khyber-Pakhtunkhwa, PM Sharif mengatakan bahwa negaranya terbuka untuk mengambil bagian dalam investigasi yang kredibel.
"Tragedi baru-baru ini di Pahalgam adalah contoh lain dari permainan menyalahkan yang terus-menerus ini, yang harus dihentikan. Melanjutkan perannya sebagai negara yang bertanggung jawab, Pakistan terbuka untuk berpartisipasi dalam investigasi yang netral, transparan, dan kredibel," kata Sharif.
NDTV, mengutip sumber intelijen Adil Ahmed Thoker, melaporkan pada Minggu (27/4/2025) bahwa salah satu tersangka utama dalam serangan teror tersebut pergi ke Pakistan, menerima pelatihan militer dari kelompok teror dan menyusup ke India enam tahun kemudian bersama dengan beberapa teroris Pakistan.
"Pakistan selalu mengutuk terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya," kata Sharif. "Angkatan Bersenjata Pakistan tetap sepenuhnya mampu dan siap untuk mempertahankan kedaulatan negara dan integritas teritorialnya terhadap segala tindakan yang tidak diinginkan," imbuh dia.
Dampak Diplomatik India-Pakistan
Komite Kabinet Keamanan (CCS) India, yang diketuai oleh PM Narendra Modi, dibentuk pada hari Rabu untuk menentukan respons India terhadap serangan 23 April di Pahalgam. CCS mengumumkan tindakan menyeluruh terhadap Pakistan, yang dituduh New Delhi sebagai tempat berlindung dan mendukung terorisme lintas batas.
Pada jumpa pers pada Rabu malam, Menteri Luar Negeri Vikram Misri mengumumkan tindakan tersebut. Yang paling utama adalah pengurangan misi diplomatik di setiap negara. Baik komisi tinggi India maupun Pakistan akan mengurangi kekuatan personel mereka dari 55 menjadi 30, yang akan selesai pada 1 Mei.
Lihat Juga :