Jenderal Tertinggi Israel Sebut Menaklukkan Gaza Adalah Fantasi, Ini Alasannya
Selasa, 15 April 2025 - 10:27 WIB
loading...
A
A
A
Namun, sumber ketiga mengatakan bahwa komentar Zamir tersebut "100%" disampaikan kepada anggota kabinet.
Unit Juru Bicara IDF mengatakan sebelumnya pada hari Senin sebagai tanggapan atas laporan tersebut, “Kami tidak akan mengomentari apa yang dikatakan dalam diskusi tertutup. IDF sedang mempersiapkan berbagai perkembangan dalam perang, termasuk mobilisasi pasukan cadangan untuk memperluas operasi di Jalur Gaza. Kami tidak akan menguraikan rencana ini karena alasan yang jelas.”
Pada Senin malam, IDF membuat pernyataan lain: “Laporan yang diduga diterbitkan mengenai posisi kepala staf di hadapan eselon politik berkaitan dengan apa yang dikatakan dalam diskusi tertutup dan operasional. Laporan tersebut telah diputarbalikkan, dan tidak mencerminkan kenyataan masalah tersebut.”
Seorang menteri kabinet mengatakan bahwa laporan tersebut benar. Menurut Ziton, IDF telah mundur atas komentar sang jenderal karena tekanan politik.
Beberapa anggota Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset (Parlemen) mengomentari laporan tentang kurangnya tentara tempur, mengaitkannya dengan kegagalan pemerintah untuk meningkatkan jumlah pendaftaran dari populasi ultra-Ortodoks.
“Jika Hamas adalah satu-satunya misi IDF, tentara tentu saja kuat dan cukup mampu untuk menangani Hamas,” kata anggota Knesset Yuli Edelstein dari Partai Likud.
“Namun, Hamas bukanlah ancaman utama bagi Negara Israel saat ini, dan tentu saja bukan satu-satunya ancaman," imbuh dia.
Unit Juru Bicara IDF mengatakan sebelumnya pada hari Senin sebagai tanggapan atas laporan tersebut, “Kami tidak akan mengomentari apa yang dikatakan dalam diskusi tertutup. IDF sedang mempersiapkan berbagai perkembangan dalam perang, termasuk mobilisasi pasukan cadangan untuk memperluas operasi di Jalur Gaza. Kami tidak akan menguraikan rencana ini karena alasan yang jelas.”
Pada Senin malam, IDF membuat pernyataan lain: “Laporan yang diduga diterbitkan mengenai posisi kepala staf di hadapan eselon politik berkaitan dengan apa yang dikatakan dalam diskusi tertutup dan operasional. Laporan tersebut telah diputarbalikkan, dan tidak mencerminkan kenyataan masalah tersebut.”
Seorang menteri kabinet mengatakan bahwa laporan tersebut benar. Menurut Ziton, IDF telah mundur atas komentar sang jenderal karena tekanan politik.
Beberapa anggota Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset (Parlemen) mengomentari laporan tentang kurangnya tentara tempur, mengaitkannya dengan kegagalan pemerintah untuk meningkatkan jumlah pendaftaran dari populasi ultra-Ortodoks.
“Jika Hamas adalah satu-satunya misi IDF, tentara tentu saja kuat dan cukup mampu untuk menangani Hamas,” kata anggota Knesset Yuli Edelstein dari Partai Likud.
“Namun, Hamas bukanlah ancaman utama bagi Negara Israel saat ini, dan tentu saja bukan satu-satunya ancaman," imbuh dia.
Lihat Juga :