Jenderal Tertinggi Israel Sebut Menaklukkan Gaza Adalah Fantasi, Ini Alasannya
Selasa, 15 April 2025 - 10:27 WIB
loading...
Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Eyal Zamir mengatakan kepada anggota kabinet keamanan nasional Israel bahwa mereka harus melupakan apa yang disebutnya fantasi terkait perang Israel-Hamas di Gaza. Foto/IDF
A
A
A
TEL AVIV - Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Letnan Jenderal Eyal Zamir mengatakan kepada anggota kabinet keamanan nasional baru-baru ini bahwa mereka harus melupakan apa yang disebutnya "fantasi" terkait perang Israel-Hamas di Gaza.
Alasannya, kata jenderal tertinggi Zionis tersebut, karena Israel kekurangan tentara tempur.
Komentar Zamir itu diungkap Ynet dalam sebuah laporan hari Senin yang ditulis oleh analis militer Yoav Ziton.
Baca Juga: 1.525 Tentara Korps Lapis Baja Israel, Termasuk Para Jenderal, Tuntut Diakhirinya Perang Gaza
Menurut laporan Ziton, Zamir memberi tahu anggota kabinet bahwa mereka harus "menyerah pada beberapa fantasi mereka" mengenai perang di Gaza karena alasan singkat yang disebutkan jenderal tersebut.
"Bahkan dalam operasi saat ini melawan Hamas, kabinet akan bergantung sepenuhnya pada tentara IDF dan bukan pada langkah diplomatik pelengkap," tulis Ziton, mengutip ucapan Zamir.
Seorang menteri kabinet mengatakan kepada The Jerusalem Post, Selasa (15/4/2025) bahwa laporan Ynet adalah "palsu total", dan sumber kedua juga membantah apa yang dikatakan di dalamnya, menyebut laporan itu "ceroboh".
Alasannya, kata jenderal tertinggi Zionis tersebut, karena Israel kekurangan tentara tempur.
Komentar Zamir itu diungkap Ynet dalam sebuah laporan hari Senin yang ditulis oleh analis militer Yoav Ziton.
Baca Juga: 1.525 Tentara Korps Lapis Baja Israel, Termasuk Para Jenderal, Tuntut Diakhirinya Perang Gaza
Menurut laporan Ziton, Zamir memberi tahu anggota kabinet bahwa mereka harus "menyerah pada beberapa fantasi mereka" mengenai perang di Gaza karena alasan singkat yang disebutkan jenderal tersebut.
"Bahkan dalam operasi saat ini melawan Hamas, kabinet akan bergantung sepenuhnya pada tentara IDF dan bukan pada langkah diplomatik pelengkap," tulis Ziton, mengutip ucapan Zamir.
Seorang menteri kabinet mengatakan kepada The Jerusalem Post, Selasa (15/4/2025) bahwa laporan Ynet adalah "palsu total", dan sumber kedua juga membantah apa yang dikatakan di dalamnya, menyebut laporan itu "ceroboh".
Lihat Juga :