YouTuber Ini Usik Suku Paling Terasing di Dunia, Ulahnya Dicap Ceroboh dan Bodoh
Sabtu, 12 April 2025 - 16:30 WIB
loading...
A
A
A
Chau ditembak dengan anak panah pada tahun 2018 setelah dia dilaporkan meneriakkan frasa-frasa Kristen kepada suku tersebut. Jenazahnya masih dikubur di pulau itu hingga hari ini.
Nelayan yang ditangkap saat itu karena membawa Chau ke pulau Sentinel Utara, mengatakan dia melihat suku itu mengubur jenazah Chau di pantai.
Suku Sentinel biasanya menyerang siapa saja yang pergi ke pulau itu. Pada tahun 2006, dua nelayan yang tersesat di pulau itu terbunuh.
Seminggu setelah kematian mereka, jenazah mereka disangkutkan pada tiang bambu yang menghadap ke laut.
Dependra Pathak, direktur jenderal polisi Kepulauan Andaman dan Nicobar tempat pulau Sentinel Utara berada, menggambarkannya sebagai "sejenis orang-orangan sawah".
"Mereka berpatroli di pantai, di tempat yang sama John terbunuh, dengan senjata," kata Pathak, menurut New York Times, Sabtu (12/4/2025).
"Jika kami mendekat...mereka akan menyerang. Kasus ini adalah yang teraneh dan terberat dalam hidup saya."
"Kami mencoba memasuki dunia peradaban lain," imbuh dia.
Sementara itu, awal bulan ini, pengadilan setempat mengirim Polyakov ke tahanan pengadilan selama 14 hari dan dia akan kembali hadir di pengadilan pada tanggal 17 April. Pihak berwenang India mengatakan bahwa mereka telah memberi tahu Kedutaan Besar AS tentang kasus tersebut.
Jika terbukti bersalah, dia dapat menghadapi hukuman tiga hingga lima tahun penjara karena melanggar hukum yang melarang masuk tanpa izin ke wilayah yang dihuni oleh suku-suku yang dilindungi di pulau Sentinel Utara.
"Kabar baik bahwa pria dalam insiden terbaru ini telah ditangkap, tetapi sangat mengganggu bahwa ia dilaporkan berhasil masuk ke pulau itu sejak awal," kata Pearce.
"Pihak berwenang India memiliki tanggung jawab hukum untuk memastikan bahwa Suku Sentinel aman dari misionaris, influencer media sosial, orang-orang yang menangkap ikan secara ilegal di perairan mereka, dan siapa pun yang mungkin mencoba melakukan kontak dengan mereka."
Nelayan yang ditangkap saat itu karena membawa Chau ke pulau Sentinel Utara, mengatakan dia melihat suku itu mengubur jenazah Chau di pantai.
Suku Sentinel biasanya menyerang siapa saja yang pergi ke pulau itu. Pada tahun 2006, dua nelayan yang tersesat di pulau itu terbunuh.
Seminggu setelah kematian mereka, jenazah mereka disangkutkan pada tiang bambu yang menghadap ke laut.
Dependra Pathak, direktur jenderal polisi Kepulauan Andaman dan Nicobar tempat pulau Sentinel Utara berada, menggambarkannya sebagai "sejenis orang-orangan sawah".
"Mereka berpatroli di pantai, di tempat yang sama John terbunuh, dengan senjata," kata Pathak, menurut New York Times, Sabtu (12/4/2025).
"Jika kami mendekat...mereka akan menyerang. Kasus ini adalah yang teraneh dan terberat dalam hidup saya."
"Kami mencoba memasuki dunia peradaban lain," imbuh dia.
Sementara itu, awal bulan ini, pengadilan setempat mengirim Polyakov ke tahanan pengadilan selama 14 hari dan dia akan kembali hadir di pengadilan pada tanggal 17 April. Pihak berwenang India mengatakan bahwa mereka telah memberi tahu Kedutaan Besar AS tentang kasus tersebut.
Jika terbukti bersalah, dia dapat menghadapi hukuman tiga hingga lima tahun penjara karena melanggar hukum yang melarang masuk tanpa izin ke wilayah yang dihuni oleh suku-suku yang dilindungi di pulau Sentinel Utara.
"Kabar baik bahwa pria dalam insiden terbaru ini telah ditangkap, tetapi sangat mengganggu bahwa ia dilaporkan berhasil masuk ke pulau itu sejak awal," kata Pearce.
"Pihak berwenang India memiliki tanggung jawab hukum untuk memastikan bahwa Suku Sentinel aman dari misionaris, influencer media sosial, orang-orang yang menangkap ikan secara ilegal di perairan mereka, dan siapa pun yang mungkin mencoba melakukan kontak dengan mereka."
Lihat Juga :