Mengapa Pentagon Diam-diam Ubah Jumlah Tentara yang Terluka dan Tewas Akibat Perang Iran?

Selasa, 28 Juli 2026 - 02:20 WIB
loading...
Mengapa Pentagon Diam-diam...
Pentagon diam-diam ubah jumlah tentara yang terluka dan tewas akibat perang Iran. Foto/X/CENTCOM
A A A
WASHINGTON - Pentagon memperbarui basis data korban perangnya pada hari Sabtu, mencatat lebih dari 140 korban luka tambahan dan mengembalikan empat tentara yang tewas akibat serangan Iran pekan lalu di tengah pertanyaan tentang kurangnya transparansi atas jumlah korban perang.

Sistem Analisis Korban Pertahanan, atau DCAS, juga menampilkan kategori pelacakan baru — “Operasi Luar Negeri” — untuk korban tewas dan luka-luka “mulai 7 Juli.”

Mengapa Pentagon Diam-diam Ubah Jumlah Tentara yang Terluka dan Tewas Akibat Perang Iran?

1. 18 Tentara AS Tewas dan 624 Terluka

Ketika data Pentagon yang baru digabungkan dengan total terbaru untuk Operasi Epic Fury, 18 tentara telah tewas dan 624 lainnya terluka sejak AS melancarkan perang melawan Iran pada 28 Februari. Jumlah korban luka-luka merupakan peningkatan signifikan dari puncak sebelumnya yaitu 482 yang diamati oleh CNN pekan lalu.

Pentagon mendapat sorotan dari media dan anggota parlemen pekan lalu ketika jumlah korban tewas dan luka-luka menurun dalam sistem DCAS sementara serangan Iran terus berlanjut. Dua belas anggota parlemen Demokrat di Komite Angkatan Bersenjata Senat mengirimkan surat kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada hari Kamis meminta jawaban tentang apa yang menyebabkan perubahan tersebut.



Pejabat sementara sekretaris pers Departemen Pertahanan, Joel Valdez, bersikeras dalam unggahan media sosial pada hari Kamis bahwa penurunan tersebut disebabkan oleh “gangguan data sementara di situs web (DCAS).” CNN mengamati gangguan data yang menyebabkan fluktuasi jumlah korban jiwa saat memantau situs DCAS setiap menitnya pekan lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin Klaim Armada Kapal...
Putin Klaim Armada Kapal Pemecah Es Rusia Tak Memiliki Pesaing
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
Komandan CENTCOM Klaim...
Komandan CENTCOM Klaim Serangan AS di sekitar Hormuz Tidak Efektif, kecuali Perang Besar-besaran
Penembakan Massal Guncang...
Penembakan Massal Guncang Festival Makanan AS, 3 Orang Tewas, 4 Luka
Awalnya Merevisi, AS...
Awalnya Merevisi, AS Umumkan 18 Tentara Tewas dan 624 Lainnya Luka dalam Perang Melawan Iran
AS-Iran Mendadak Gencatan...
AS-Iran Mendadak Gencatan Senjata, Harga Minyak Merosot Tajam hingga 5%
Houthi Kembali Gempur...
Houthi Kembali Gempur Infrastruktur Minyak Saudi, Drone Bidik Jalur Vital Aramco
Penembakan Horor di...
Penembakan Horor di Festival Kuliner Seattle, 3 Orang Tewas
Rekomendasi
Angela Tanoesoedibjo...
Angela Tanoesoedibjo Minta Kader Perindo Peka Kondisi Sosial, Singgung Kasus Pencuri Ayam Tewas di Bali
Ford dan Apple Bergabung...
Ford dan Apple Bergabung Bangun Teknologi Otomotif Cerdas
Menko Airlangga Soal...
Menko Airlangga Soal Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo: Yang Penting Institusinya
Berita Terkini
Mengapa Pentagon Diam-diam...
Mengapa Pentagon Diam-diam Ubah Jumlah Tentara yang Terluka dan Tewas Akibat Perang Iran?
Eropa Bagai Neraka Akibat...
Eropa Bagai Neraka Akibat Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas, Ini 5 Faktanya
Putin Klaim Armada Kapal...
Putin Klaim Armada Kapal Pemecah Es Rusia Tak Memiliki Pesaing
Houthi dan Milisi Irak...
Houthi dan Milisi Irak Kompak Serang Arab Saudi, Riyadh: Agresor Itu Didukung Iran
Dunia Harus Alihkan...
Dunia Harus Alihkan Perhatian ke Tepi Barat! Israel Terus Caplok Tanah Warga Palestina
10 Raja Terkaya di Dunia,...
10 Raja Terkaya di Dunia, Nomor 1 Punya Harta Tembus Rp700 Triliun
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved