Pangeran Harry Klaim Dapat Ancaman Pembunuhan dari al-Qaeda

Rabu, 09 April 2025 - 06:41 WIB
loading...
A A A
Pada awal 2024, Pengadilan Tinggi memutuskan menolak kasus Harry, dengan mengatakan bahwa pemerintah telah bertindak sesuai hukum.

Permohonan banding awal sang pangeran ditolak pada April tahun lalu dan dia diperintahkan untuk membayar sekitar £1.000.000 (USD1,27 juta) sebagai biaya hukum, menurut surat kabar The Times.

Namun, bulan berikutnya, seorang hakim mengatakan Harry dapat mengajukan banding atas keputusan tersebut di Pengadilan Banding.

Pada hari Selasa, pengacara Harry berpendapat bahwa komite tersebut gagal melakukan penilaian risiko terhadap sang pangeran dan bahwa Pengadilan Tinggi telah salah karena mengabaikan hal ini.

Ketika seorang pengacara yang mewakili Kementerian Dalam Negeri, James Eadie, memaparkan kasus pemerintah, sang pangeran menggelengkan kepalanya.

Eadie mengatakan dasar pengaturan keamanan Harry telah disesuaikan karena "perubahan statusnya dan karena dia sekarang akan tinggal di luar negeri selama sebagian besar waktunya."

Dalam pernyataan tertulisnya, pemerintah menegaskan keamanan Harry akan dipertimbangkan tergantung pada keadaan.

Sidang dua hari tersebut akan berakhir pada hari Rabu dengan beberapa bagian diadakan secara tertutup karena masalah keamanan. Keputusan diharapkan akan dibuat secara tertulis di kemudian hari.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Mengapa Inggris Tolak...
Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
Bukan Pelajaran, Ini...
Bukan Pelajaran, Ini Tantangan Terbesar Pangeran George di Sekolah Baru
Musim Panas Makin Menyengat,...
Musim Panas Makin Menyengat, Tokyo Dorong Karyawan Kenakan Celana Pendek ke Kantor
Blak-blakan, Walkot...
Blak-blakan, Walkot New York Mamdani Sebut AS Bertanggung Jawab atas Genosida Gaza
Rekomendasi
Menimbang Bioetanol...
Menimbang Bioetanol Berbasis Tetes Tebu
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Datangi Bareskrim, Dude...
Datangi Bareskrim, Dude Harlino Kembalikan Uang Rp5,2 Miliar Honor PT DSI
Berita Terkini
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
Infografis
4 Kombes Pol Pecah Bintang...
4 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan dari Kapolri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved