Taiwan Lawan Tekanan China di PBB, Tegaskan Status sebagai Negara Berdaulat
Jum'at, 04 April 2025 - 05:22 WIB
loading...
A
A
A
Taiwan secara konsisten menolak klaim kedaulatan RRC, menyoroti sistem demokrasi dan pencapaian ekonominya sebagai bukti identitasnya yang berbeda.
Baca Juga: Ketegangan Memanas, 34 Pesawat dan 16 Kapal Perang China Gertak Taiwan
MAC, bersama Kementerian Luar Negeri Taiwan, menunjukkan bahwa banyak negara demokrasi Barat telah menegaskan bahwa Resolusi 2758 hanya berkaitan dengan perwakilan China di PBB, bukan status Taiwan.
Misalnya, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah berulang kali mengklarifikasi bahwa resolusi tersebut tidak menghalangi partisipasi Taiwan dalam organisasi internasional.
Negara-negara lain, termasuk Australia, Kanada, dan anggota Uni Eropa, telah menyuarakan sikap ini.
Resolusi dari Parlemen Eropa telah menyerukan peningkatan kerja sama dengan Taiwan dan menekankan pentingnya Taiwan sebagai mitra demokrasi di kawasan Indo-Pasifik. Penegasan ini menantang upaya Beijing untuk mendefinisikan ulang "masalah Taiwan" sebagai masalah internal.
Selama bertahun-tahun, Beijing telah menggunakan campuran taktik diplomatik, ekonomi, dan militer untuk mengisolasi Taiwan secara internasional. Misalnya, RRC telah memanfaatkan pengaruh ekonominya untuk membujuk negara-negara lain agar memutuskan hubungan resmi dengan Taipei.
Pada tahun 2018, El Salvador dan Republik Dominika mengalihkan pengakuan diplomatik dari Taiwan ke Beijing di bawah tekanan, menyusul langkah serupa yang dilakukan Panama pada 2017.
Selain itu, Beijing telah menghalangi partisipasi Taiwan dalam organisasi internasional.
Pengecualian pulau itu dari Majelis Kesehatan Dunia (WHA) selama pandemi Covid-19 menuai kritik global, dengan banyak pihak berpendapat bahwa keahlian Taiwan dalam menangani virus itu penting. RRC membenarkan pengecualian tersebut dengan menggunakan Resolusi 2758, yang selanjutnya menggambarkan salah tafsirnya terhadap dokumen tersebut.
Upaya Beijing untuk merongrong kedaulatan Taiwan melampaui diplomasi. Dalam beberapa tahun terakhir, RRC telah mengintensifkan aktivitas militer di dekat Selat Taiwan, dengan melakukan latihan udara dan laut secara berkala.
Baca Juga: Ketegangan Memanas, 34 Pesawat dan 16 Kapal Perang China Gertak Taiwan
MAC, bersama Kementerian Luar Negeri Taiwan, menunjukkan bahwa banyak negara demokrasi Barat telah menegaskan bahwa Resolusi 2758 hanya berkaitan dengan perwakilan China di PBB, bukan status Taiwan.
Misalnya, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah berulang kali mengklarifikasi bahwa resolusi tersebut tidak menghalangi partisipasi Taiwan dalam organisasi internasional.
Negara-negara lain, termasuk Australia, Kanada, dan anggota Uni Eropa, telah menyuarakan sikap ini.
Resolusi dari Parlemen Eropa telah menyerukan peningkatan kerja sama dengan Taiwan dan menekankan pentingnya Taiwan sebagai mitra demokrasi di kawasan Indo-Pasifik. Penegasan ini menantang upaya Beijing untuk mendefinisikan ulang "masalah Taiwan" sebagai masalah internal.
Selama bertahun-tahun, Beijing telah menggunakan campuran taktik diplomatik, ekonomi, dan militer untuk mengisolasi Taiwan secara internasional. Misalnya, RRC telah memanfaatkan pengaruh ekonominya untuk membujuk negara-negara lain agar memutuskan hubungan resmi dengan Taipei.
Pada tahun 2018, El Salvador dan Republik Dominika mengalihkan pengakuan diplomatik dari Taiwan ke Beijing di bawah tekanan, menyusul langkah serupa yang dilakukan Panama pada 2017.
Selain itu, Beijing telah menghalangi partisipasi Taiwan dalam organisasi internasional.
Pengecualian pulau itu dari Majelis Kesehatan Dunia (WHA) selama pandemi Covid-19 menuai kritik global, dengan banyak pihak berpendapat bahwa keahlian Taiwan dalam menangani virus itu penting. RRC membenarkan pengecualian tersebut dengan menggunakan Resolusi 2758, yang selanjutnya menggambarkan salah tafsirnya terhadap dokumen tersebut.
Upaya Beijing untuk merongrong kedaulatan Taiwan melampaui diplomasi. Dalam beberapa tahun terakhir, RRC telah mengintensifkan aktivitas militer di dekat Selat Taiwan, dengan melakukan latihan udara dan laut secara berkala.
Lihat Juga :