Covid-19 Hancurkan Ekonomi, Penduduk Malawi Makan Tikus

Sabtu, 05 September 2020 - 12:50 WIB
loading...
Covid-19 Hancurkan Ekonomi, Penduduk Malawi Makan Tikus
Ilustrasi hewan tikus. Foto/REUTERS
A A A
LILONGWE - Tikus menjadi makanan ringan yang populer di Malawi sejak wabah virus corona baru ( Covid-19 ) menghancurkan ekonomi dan memperburuk krisis makanan.

Vendor-vendor yang memanjang sate tikus yang panjang jadi pemandangan di sepanjang jalan raya utama Malawi. Target penjualan kudapan ekstrem ini adalah pengendara yang bepergian antara dua kota terbesar, Blantyre dan Lilongwe.

Dibumbui dan dimasak hingga garing, tikus juga dijual di warung pinggir jalan dan pasar di seluruh negara Afrika tenggara tersebut. (Baca: Ilmuwan China Lari ke AS: Covid-19 Dibuat di Lab Militer Partai Komunis )

Malnutrisi dan kerawanan pangan adalah masalah abadi di Malawi, negara kecil yang terkurung daratan, di mana lebih dari separuh penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan.

Virus corona, yang telah menginfeksi hampir 5.500 orang dan menewaskan lebih dari 170, hanya memperburuk kekurangan makanan karena banyak mata pencaharian telah dibatasi oleh tindakan penguncian atau lockdown.

Bagi pemburu tikus; Bernard Simeon, asal distrik Ntcheu, pandemi telah membawa kerumitan baru dalam hidupnya yang dilanda kemiskinan.

"Kami sudah berjuang sebelum virus corona," katanya kepada AFP tak lama setelah menyiapkan hasil tangkapan tikus hariannya.

"Tapi sekarang karena penyakit itu, segalanya menjadi semakin buruk," katanya lagi, yang dilansir Sabtu (5/9/2020).

Pria berusia 38 tahun ini pada dasarnya adalah seorang petani, tetapi dia juga berburu elang dan tikus untuk menambah mata pencahariannya. Istrinya; Yankho Chalera, dan anak mereka bergantung pada penghasilannya.

“Ketika masa sulit, kami mengandalkan tikus untuk melengkapi makanan kami karena kami tidak mampu membeli daging,” kata Chalera, yang mencuci piring setelah makan siang.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1467 seconds (11.210#12.26)