Kewalahan Hadapi Rusia di Medan Perang, Ukraina Ganti Jenderal Komandan Angkatan Darat

Senin, 17 Maret 2025 - 08:42 WIB
loading...
Kewalahan Hadapi Rusia...
Mayor Jenderal Andriy Hnatov ditunjuk sebagai Kepala Staf Angkatan Darat Ukraina yang baru. Foto/PSOPU via The New Voice of Ukraine
A A A
KYIV - Presiden Volodymyr Zelensky telah menunjuk Mayor Jenderal Andriy Hnatov sebagai Kepala Staf Angkatan Darat Ukraina yang baru. Hnatov menggantikan posisi Letnan Jenderal Anatoliy Barhilevych.

Sebuah dekrit yang dipublikasikan di situs web kepresidenan mengonfirmasi penggantian komandan Angkatan Darat tersebut. Jenderal Hnatov sebelumnya menjabat sebagai wakil kepala staf.

“Kami secara konsisten mengubah angkatan bersenjata agar lebih siap tempur. Untuk mencapainya, kami mengubah sistem manajemen dan memperkenalkan standar yang jelas,” kata Menteri Pertahanan Rustem Umerov dalam sebuah pernyataan yang membenarkan penggantian komandan Angkatan Darat tersebut.

Baca Juga: Rusia: Kehadiran Tentara NATO di Ukraina Berarti Perang Habis-habisan

Hnatov memiliki 27 tahun pengalaman militer, naik pangkat dari komandan brigade hingga memimpin pasukan di wilayah Donetsk timur.

Barhilevych sekarang akan mengawasi standar militer dan memperkuat disiplin di Angkatan Darat, kata Umerov.

Perombakan ini terjadi ketika Ukraina berada di posisi yang kurang menguntungkan di medan perang. Pasukan Kyiv dilaporkan mundur dari wilayah Kursk Rusia dan bertempur di bawah tekanan yang meningkat di wilayah Donetsk timur, tempat pasukan Rusia telah maju selama berbulan-bulan.

Dengan perang melawan Rusia yang memasuki tahun keempat, Ukraina berupaya merestrukturisasi dan memperkuat militernya saat melawan musuh yang jauh lebih besar.

Para analis militer memperkirakan bahwa sekitar 880.000 orang saat ini bertugas di angkatan bersenjata Ukraina.

Meskipun menghadapi tantangan masa perang, negara tersebut telah menerapkan perubahan untuk melepaskan warisan Soviet dan membuat militernya lebih efisien, menunjuk komandan yang lebih muda dengan pengalaman tempur dan mendukung inovasi.

Tahun lalu Ukraina memperkenalkan pasukan sistem tak berawak khusus.

Pada awal tahun ini, para pejabat militer Ukraina mengatakan negara itu akan beralih dari sistem berbasis brigade ke sistem korps dengan unit yang lebih besar, yang bertujuan untuk meningkatkan koordinasi di antara pasukannya yang tersebar di sepanjang garis depan sepanjang lebih dari 1.000 kilometer dan mempercepat pengambilan keputusan.

Salah satu unit tempur utama Ukraina—brigade penyerang terpisah ke-3—mengumumkan pada hari Jumat pekan lalu bahwa mereka direorganisasi menjadi korps.

“Kami berencana untuk mengubah prinsip dan metode perang ini,” kata komandan terkait, Andriy Biletskyi, dalam sebuah video yang mengumumkan perubahan tersebut.

“Ini berarti mengubah arah perang demi Ukraina," paparnya, yang dikutip Reuters, Senin (17/3/2025).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Viral, Ribuan Warga...
Viral, Ribuan Warga Malaysia Antre 2 Km di Bawah Terik Matahari untuk Melamar Kerja
Rekomendasi
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved