6 Pemicu AS dan Inggris Gelar Serangan Besar-besaran ke Pangkalan Houthi di Yaman

Senin, 17 Maret 2025 - 02:20 WIB
loading...
A A A
Houthi menghentikan serangan pesawat nirawak dan rudal ketika gencatan senjata Gaza diumumkan pada bulan Januari.

4. Houthi Melancarkan Serangan ke Kapal Perang AS

Patty Culhane dari Al Jazeera, melaporkan dari Washington, DC, mengatakan Trump membenarkan serangan terhadap Yaman untuk "menghentikan" serangan Houthi, ketika kelompok itu belum melancarkan serangan apa pun, meskipun mengancam akan melakukannya.

“Trump mengatakan alasan lainnya adalah karena Houthi menyerang kapal perang militer AS. Namun, itu terjadi saat dia belum menjadi presiden,” kata Culhane.

“Gedung Putih juga telah mengeluarkan pernyataan, yang mengatakan bahwa sebelum serangan, ada 25.000 kapal yang melintasi Laut Merah setiap tahun. Dan sekarang jumlahnya tinggal 10.000. Pernyataan ini meruntuhkan konsep presiden bahwa tidak ada yang benar-benar melintasi wilayah tersebut.

“Dikatakan juga bahwa kapal-kapal komersial AS telah diserang 145 kali sejak 2023. Dan yang terakhir terjadi pada bulan Desember, sekali lagi, sebelum Trump dilantik.”

5. Serangan Dilakukan dari Kapal Induk Harry S Truman

Serangan hari Sabtu sebagian dilakukan oleh jet dari kapal induk Harry S Truman, yang berada di Laut Merah, kata para pejabat.

Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengunggah gambar pesawat tempur dan bom yang menghancurkan kompleks bangunan, mengatakan “serangan presisi” diluncurkan untuk “mempertahankan kepentingan Amerika, menghalangi musuh, dan memulihkan kebebasan navigasi”.

“Serangan Houthi terhadap kapal & pesawat Amerika (dan pasukan kita!) tidak akan ditoleransi; dan Iran, dermawan mereka, sudah diberi tahu,” tulis Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth di X. “Kebebasan Navigasi akan dipulihkan.”

Awal bulan ini, AS menetapkan gerakan Houthi sebagai organisasi “teroris asing”.

6. Tidak Ada Logika Politik dan Militer dalam Serangan Houthi

Nabeel Khoury, mantan diplomat AS, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa keputusan Trump untuk melancarkan serangan terhadap Houthi adalah keliru dan tidak akan menundukkan kelompok tersebut.

“Bagi presiden kita, yang datang dengan keinginan untuk menghindari perang dan ingin menjadi orang yang cinta damai, ia melakukannya dengan cara yang salah. Ada banyak jalan yang dapat ditempuh sebelum Anda menggunakan perang,” kata Khoury.

“Jika Anda berpikir bahwa Hamas, yang hidup dan bertempur di sebidang tanah yang sangat kecil, yang sepenuhnya dikelilingi oleh daratan, udara, dan laut, namun, pemboman selama 17 bulan oleh Israel tidak berhasil mengusir mereka, sedangkan Houthi tinggal di wilayah yang jauh lebih terjal, wilayah pegunungan – maka hampir mustahil untuk membasmi mereka,” katanya.

“Jadi tidak ada logika militer untuk apa yang terjadi, dan juga tidak ada logika politik.”
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Wapres AS Blak-blakan:...
Wapres AS Blak-blakan: Trump Tak Akur dengan Netanyahu soal Perang Iran
Rekomendasi
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
Haaland Cetak Brace,...
Haaland Cetak Brace, Norwegia Paksa Senegal Angkat Koper Lebih Cepat
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
Berita Terkini
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Infografis
Peralatan Militer dari...
Peralatan Militer dari Berbagai Pangkalan AS Dikirim ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved