Bagaimana Sikap Wapres Filipina setelah Bapaknya, Eks Presiden Duterte Ditangkap?

Rabu, 12 Maret 2025 - 06:48 WIB
loading...
Bagaimana Sikap Wapres...
Wakil Presiden Filipina Sara Duterte. Foto/Str/Xinhua
A A A
MANILA - Putri mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Sara Duterte yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Presiden (Wapres) Filipina bereaksi keras setelah penangkapan bapaknya.

Sara Duterte masih menjabat sebagai wapres meskipun Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Filipina telah menyetujui pemakzulan terhadapnya pada Februari 2025. Proses pemakzulan tersebut belum selesai karena masih menunggu persidangan di Senat.

Oleh karena itu, hingga keputusan final dibuat oleh Senat, Duterte tetap menjabat sebagai Wakil Presiden.

Setelah penangkapan ayahnya, Rodrigo Duterte, oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait perang melawan narkoba, Sara Duterte mengkritik penangkapan tersebut.

Penangkapan itu terjadi saat Rodrigo Duterte kembali dari Hong Kong dan ditahan di Bandara Internasional Manila sebelum dibawa ke Den Haag untuk menghadapi persidangan.

Sara Duterte menyebut penangkapan itu sebagai bentuk penindasan dan penganiayaan.

Keluarga Duterte juga murka dengan penangkapan tersebut. Putri bungsu mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan pada hari Selasa bahwa ayahnya telah diterbangkan ke pesawat dan keluarganya tidak diberi tahu tujuannya.

"Mereka mengambil ayah dari kami, menempatkannya di pesawat dan tidak memberi tahu ke mana. Orang-orang, bangunlah," tulis Veronica Duterte di Instagram dengan gambar satu bus kecil di lapangan terbang.

Tuntutan keadilan dalam perang narkoba Duterte tampaknya berjalan "sejalan" dengan kepentingan politik penggantinya, Presiden Ferdinand Marcos Jr.

Keluarga Duterte dan Marcos membentuk aliansi yang tangguh dalam pemilihan umum terakhir tahun 2022, di mana bertentangan dengan keinginan Rodrigo Duterte, putrinya Sara mencalonkan diri sebagai wakil presiden Marcos Jr, alih-alih menggantikan jabatan ayahnya.

Hubungan itu memburuk di depan publik dalam beberapa bulan terakhir karena kedua keluarga mengejar agenda politik yang berbeda.

Marcos awalnya menolak bekerja sama dengan penyelidikan ICC, tetapi karena hubungannya dengan keluarga Duterte memburuk, dia mengubah pendiriannya, dan kemudian mengindikasikan Filipina akan bekerja sama.

Perang Melawan Narkoba


Duterte menjabat sebagai wali kota Davao, kota metropolitan selatan yang luas, selama 22 tahun dan menjadikannya salah satu kota teraman di negara itu dari kejahatan jalanan.

Dia memanfaatkan reputasi kota yang damai dan tertib untuk menampilkan dirinya sebagai politisi anti kemapanan yang tegas dan memenangkan pemilihan umum 2016 dengan telak.

Dengan retorika yang berapi-api, dia mengerahkan pasukan keamanan untuk menembak mati tersangka narkoba.

Lebih dari 6.000 tersangka ditembak mati oleh polisi atau penyerang tak dikenal selama kampanye, tetapi kelompok hak asasi manusia mengatakan jumlahnya bisa lebih tinggi.

Baca juga: Mengapa Duterte Sangat Populer di Filipina dan Dikutuk Barat?
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
PN Jakarta Timur Antisipasi...
PN Jakarta Timur Antisipasi Banyaknya Pendukung Dokter Tifa saat Sidang Perkara Ijazah Jokowi
Guru Besar UMJ: Program...
Guru Besar UMJ: Program MBG Jangan Dihentikan, tapi Dibenahi dan Diprioritaskan ke kelompok Rentan
Aldi Taher Ungkap Rahasia...
Aldi Taher Ungkap Rahasia Rezeki Lancar, Kuncinya Muliakan Ibu dan Rajin Salat
Berita Terkini
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved