Mengapa Duterte Sangat Populer di Filipina dan Dikutuk Barat?

Selasa, 11 Maret 2025 - 16:50 WIB
loading...
Mengapa Duterte Sangat...
Rodrigo Duterte, mantan Presiden Filipina, ditangkap atas perintah ICC. Foto/X/@PHNews01
A A A
MANILA - Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte, yang meninggalkan warisan kejam atas tindakan keras antinarkoba yang mematikan, ditangkap berdasarkan surat perintah yang dikeluarkan oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

Duterte terlibat dalam kejahatan terhadap kemanusiaan atas ribuan orang yang terbunuh dalam perang yang dilancarkannya melawan narkoba dalam karier politiknya yang berlangsung selama beberapa dekade. Penahanannya menutup penyelidikan internasional atas pembunuhan tersebut, yang berlangsung selama lebih dari puluhan tahun.

Duterte kembali menjadi sorotan selama perjalanan akhir pekan ke Hong Kong ketika perjalanan tersebut memicu spekulasi bahwa ia mungkin telah mengasingkan diri saat dalam perjalanan ke Hong Kong untuk menghindari surat perintah penangkapan internasional yang akan segera dikeluarkan. Ia tampil sebagai pembicara utama pada hari Minggu di tengah kerumunan ribuan ekspatriat Filipina yang bersorak dan melambaikan bendera, yang memadati Stadion Southorn di distrik pusat kota Wan Chai.

Kini berusia 79 tahun dan kesehatannya buruk, Duterte berkampanye untuk para kandidat senator dari partai politiknya menjelang pemilihan umum paruh waktu pada tanggal 12 Mei di Filipina. Ia mengatakan bahwa ia mengetahui bahwa Pengadilan Kriminal Internasional telah mengeluarkan surat perintah penangkapan atas kampanyenya melawan narkoba ilegal yang menewaskan ribuan tersangka.

Ia kembali mencoba membenarkan tindakan keras yang brutal tersebut dan kerumunan orang menyemangatinya. Polisi menangkapnya saat ia turun dari pesawat di Bandara Internasional Manila berdasarkan surat perintah ICC.

Mengapa Duterte Sangat Populer di Filipina dan Dikutuk Barat?

1. Selalu Bergaya Populis dan Berpihak kepada Rakyat Miskin

Duterte, mantan jaksa, anggota kongres, dan wali kota Davao di Filipina selatan, membangun nama politik dengan luapan amarahnya terhadap kaum elit, gereja Katolik Roma yang dominan, dan Barat. Ia juga dipandang pro-rakyat miskin dan populis, tetapi ia mungkin paling diingat karena pendekatannya yang brutal terhadap kriminalitas, khususnya narkoba ilegal.

Di bawah tindakan keras yang diberlakukan oleh polisi di Davao pada awal milenium, diperkirakan 1.000 tersangka yang sebagian besar miskin ditembak mati di luar hukum. Seorang petugas polisi yang terlibat dalam pembunuhan di Davao yang kemudian membelot dari Duterte mengatakan kepada The Associated Press bahwa hingga 10.000 tersangka dibunuh olehnya dan polisi lainnya serta regu pembunuh sipil di bawah Duterte.

Jumlah korban tewas dalam tindakan keras tersebut sangat tinggi selama bertahun-tahun, membuat Duterte mendapat julukan seperti "the Punisher" dan "Duterte Harry," berdasarkan karakter polisi dalam film Barat yang tidak begitu peduli dengan hukum.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
4 Alasan Wapres Filipina...
4 Alasan Wapres Filipina Sara Duterte Terancam Dimakzulkan, Konflik dengan Presiden hingga Terjerat Skandal Korupsi
Sidang Pemakzulan Digelar,...
Sidang Pemakzulan Digelar, Nasib Wakil Presiden di Ujung Tanduk
Vietnam dan Filipina...
Vietnam dan Filipina Bersaing Jadi Raja ASEAN, Mengapa Indonesia Tertinggal?
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Perang Makin Sengit!...
Perang Makin Sengit! Iran Tak Segan-Segan Ledakkan Wilayahnya, Tak Rela Dikuasai AS
Rekomendasi
Tak Pakai Rompi Tahanan,...
Tak Pakai Rompi Tahanan, Febrie Adriansyah Diduga Pegang Kartu As Tawar Proses Hukum
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
Kenapa Febrie Adriansyah...
Kenapa Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK? Kejagung Ungkap Alasannya
Berita Terkini
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Infografis
Rama Duwaji, Istri dan...
Rama Duwaji, Istri dan Otak di Balik Kemenangan Zohran Mamdani
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved