Strategi Melumpuhkan Kritikus ala Rusia

Jum'at, 04 September 2020 - 13:15 WIB
loading...
A A A
Navalny adalah sosok pengkritik paling terkemuka bagi Presiden Rusia Vladimir Putin. Dia jatuh sakit selama penerbangan pada beberapa waktu lalu. Dia dan para pendukungnya mencurigai ada sesuatu yang dimasukkan ke dalam minuman tehnya di kafe di sebuah bandara.

Kepala dokter di rumah sakit Siberia, Alexander Murakhovsky, mengatakan bahwa kondisi Navalny telah sedikit membaik, tetapi dia masih tidak stabil. Dia mengatakan, persoalan perizinan perlu diselesaikan terlebih dahulu sebelum Navalny dapat dipindahkan. (Baca juga: Banyuwangi Bakal jadi Pusat Wisata Bahari Kelas Dunia)

Tapi, juru bicara Navalny mengatakan, keputusan tersebut "mematikan" bagi Navalny jika tetap dirawat di sebuah rumah sakit Siberia. "Larangan pemindahan Navalny (ke Jerman) merupakan ancaman bagi kehidupannya," kata juru bicara Navalny, Kira Yarmysh.

Atas kejadian itu, sebuah yayasan perdamaian Jerman berharap dapat mengirimkan ambulans udara untuk membawa Alexei Navalny ke Berlin guna mendapatkan perawatan maksimal. Peralatan medis dan dokter-dokter spesialis juga telah siap menjemput Navalny.

Navalny, 44, merupakan salah satu pengkritik Presiden Vladimir Putin paling konsisten selama bertahun-tahun. Pada Juni lalu, ia menggambarkan proses pemungutan suara untuk melakukan reformasi konstitusi sebagai "kudeta" dan "pelanggaran konstitusi". Reformasi itu memungkinkan Putin untuk berkuasa selama dua masa jabatan lagi. (Lihat videonya: Kapal Induk dan Kapal perang Asing Bernuansa Nama Nusantara)

Navalny mengukir namanya dalam catatan pemerintahan Putin dengan mengungkap praktik korupsi yang dilakukan secara 'resmi'. Dia juga mencap Rusia Bersatu Putin (Putin's United Russia) sebagai "partai penjahat dan pencuri". Atas perbuatannya, ia dijebloskan ke dalam penjara. Pada tahun 2011, ia ditangkap dan dipenjara selama 15 hari menyusul protes atas kecurangan suara oleh Partai Rusia Bersatu Putin (Putin's United Russia Party) dalam pemilihan parlemen.

Lalu, Navalny pernah dipenjara sebentar pada Juli 2013 atas tuduhan penggelapan, tetapi ia mengecam hukuman itu sebagai bentuk "hukuman politik". Navalny juga mencoba mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2018, tetapi dilarang karena dakwaan penipuan sebelumnya dalam kasus yang sekali lagi dia sebut bermotif politik. Navalny juga dijatuhi hukuman penjara selama 30 hari pada Juli 2019 setelah menyerukan protes yang tidak sah. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Diduga Drone Laut Ukraina...
Diduga Drone Laut Ukraina Meledak di Pelabuhan Rumania
Istana Kepresidenan...
Istana Kepresidenan Slovenia Kibarkan Bendera Palestina, Singgung Genosida Gaza
Rekomendasi
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Tak Suka Film Horor,...
Tak Suka Film Horor, Rano Karno Nonton 'Ghost in the Cell' karena Dibujuk Istri
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved