Lawan Boikot, Israel Danai Grup Kebencian Anti-Muslim Amerika

Jum'at, 04 September 2020 - 09:03 WIB
loading...
Lawan Boikot, Israel...
Demonstran memboikot Kontes Lagu Eurovision dan menyerukan agar Denmark mundur dari kontes yang diselenggarakan di Israel 2019. Foto/Henning Bagger/Ritzau Scanpix via REUTERS
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Israel terungkap telah menyetujui hibah untuk grup kebencian anti-Muslim di Amerika Serikat (AS) ketika gejala Islamofobia bermunculan di Barat. Majalah Yahudi-Amerika melaporkan pendanaan oleh rezim Zionis itu untuk melawan gerakan Boikot , Divestasi dan Sanksi (BDS) terhadap Israel.

Dokumen yang diperoleh oleh majalah Yahudi-Amerika, Forward, melalui permintaan Undang-Undang Kebebasan Informasi, mengungkapkan bahwa Kementerian Urusan Strategis Israel, mentransfer USD40.000 (Rp590,9 juta) ke organisasi Zionis Kristen yang berbasis di Tennessee. Organisasi itu masuk dalam daftar grup kebencian yang dipantau Southern Poverty Law Center’s (SPLT). (Baca: Senat Cile Dukung Resolusi untuk Boikot Produk Pemukiman Israel )

SPLT, sebuah organisasi advokasi hukum nirlaba Amerika yang mengkhususkan diri pada hak-hak sipil dan litigasi kepentingan publik, telah menyusun daftar ekstensif kelompok-kelompok kebencian anti-Muslim, banyak di antaranya adalah pendukung setia negara Israel.

"Kelompok-kelompok ini sering memperdagangkan teori konspirasi yang melibatkan infiltrasi pemerintah oleh ekstremis Islam, memperingatkan bahwa sistem hukum AS sedang ditumbangkan oleh hukum Syariah dan menggambarkan Muslim secara umum sebagai potensi ancaman teroris," kata SPLT. (Baca: Mengintip Aksi Boikot Global 'Penampar' Israel )

Kelompok Zionis Kristen Amerika, Proclaiming Justice to the Nations (PJTN) termasuk di antara 40 atau lebih kelompok kebencian anti-Muslim. PJTN melakukan lobi menentang ajaran Islam di sekolah-sekolah Amerika, dengan menyatakan bahwa anak-anak telah diindoktrinasi ke dalam agama tersebut. PJTN memprotes apa yang mereka sebut "Access Islam curriculum in US schools".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
Dokter Tifa Ditangkap...
Dokter Tifa Ditangkap Polisi dan Dibawa ke Polda Metro Jaya, Ini Kata Kuasa Hukum
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
Aksi Formula E Berlanjut...
Aksi Formula E Berlanjut ke Sanya, Saksikan Live di VISION+
Berita Terkini
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved