Tel Aviv Puji Keputusan UEA Hapus Undang-undang Boikot Israel
Senin, 31 Agustus 2020 - 23:56 WIB
loading...
Israel menuturkan, keputusan Presiden UEA, Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan untuk menghapus Undang-Undang Boikot Israel adalah sesuatu yang bersejarah. Foto/REUTERS
A
A
A
TEL AVIV - Israel menuturkan, keputusan Presiden Uni Emirat Arab (UEA ), Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan untuk menghapus Undang-Undang Boikot Israel adalah sesuatu yang bersejarah. Tel Aviv menyebut ini menunjukkan kepemimpinan yang nyata.
"Keputusan penting untuk menghapus boikot terhadap Israel dan perusahaan Israel merupakan langkah penting menuju normalisasi. Presiden UEA, Khalifa bin Zayed Al Nahyan, mengambil keputusan bersejarah yang menunjukkan kepemimpinan yang nyata," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri UEA, Lior Haiat.
Dengan penghapusan Undang-Undang Boikot Israel tersebut, individu dan perusahaan di UEA dapat membuat perjanjian dengan badan atau individu yang tinggal di Israel atau menjadi miliknya berdasarkan kewarganegaraan mereka, dalam hal komersial, operasi keuangan, atau transaksi lain apa pun dalam bentuk apa pun.
Terkait dengan kunjungan delegasi Israel dan Amerika Serikat (AS) ke Abu Dhabi, Haiat mengatakan kunjungan ini akan menciptakan dasar dari kesepakatan normalisais Tel Aviv dan Abu Dhabi. ( Baca juga: Semakin Mesra, Israel-UEA Akan Bangun Markas Intel Bersama )
"Kami berharap prosesnya cepat dan dalam beberapa minggu atau bulan kami sudah bisa melihat buah dari proses ini,” ungkapnya, seperti dilansir Emirates News Agency pada Senin (31/8/2020).
Haiat mengatakan bahwa delegasi akan berdiskusi dengan pejabat UEA mengenai hubungan diplomatik, pariwisata, ilmu pengetahuan dan ruang perdagangan, dan investasi, serta budaya dan penelitian kesehatan.
"Idenya adalah untuk membangun infrastruktur hubungan antar negara dan antar bangsa. UEA dan Israel adalah dua negara paling inovatif di kawasan ini. Ada banyak potensi kerjasama dalam sains dan penelitian, dan juga dalam perdagangan dan pariwisata," tukasnya. ( Baca juga: Netanyahu Sebut Israel dan Negara Muslim Lakukan Pembicaraan Rahasia )
"Keputusan penting untuk menghapus boikot terhadap Israel dan perusahaan Israel merupakan langkah penting menuju normalisasi. Presiden UEA, Khalifa bin Zayed Al Nahyan, mengambil keputusan bersejarah yang menunjukkan kepemimpinan yang nyata," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri UEA, Lior Haiat.
Dengan penghapusan Undang-Undang Boikot Israel tersebut, individu dan perusahaan di UEA dapat membuat perjanjian dengan badan atau individu yang tinggal di Israel atau menjadi miliknya berdasarkan kewarganegaraan mereka, dalam hal komersial, operasi keuangan, atau transaksi lain apa pun dalam bentuk apa pun.
Terkait dengan kunjungan delegasi Israel dan Amerika Serikat (AS) ke Abu Dhabi, Haiat mengatakan kunjungan ini akan menciptakan dasar dari kesepakatan normalisais Tel Aviv dan Abu Dhabi. ( Baca juga: Semakin Mesra, Israel-UEA Akan Bangun Markas Intel Bersama )
"Kami berharap prosesnya cepat dan dalam beberapa minggu atau bulan kami sudah bisa melihat buah dari proses ini,” ungkapnya, seperti dilansir Emirates News Agency pada Senin (31/8/2020).
Haiat mengatakan bahwa delegasi akan berdiskusi dengan pejabat UEA mengenai hubungan diplomatik, pariwisata, ilmu pengetahuan dan ruang perdagangan, dan investasi, serta budaya dan penelitian kesehatan.
"Idenya adalah untuk membangun infrastruktur hubungan antar negara dan antar bangsa. UEA dan Israel adalah dua negara paling inovatif di kawasan ini. Ada banyak potensi kerjasama dalam sains dan penelitian, dan juga dalam perdagangan dan pariwisata," tukasnya. ( Baca juga: Netanyahu Sebut Israel dan Negara Muslim Lakukan Pembicaraan Rahasia )
(esn)
Lihat Juga :