Hasil Penelitian UNICEF, Mental Anak di Negara Maju Rapuh

Jum'at, 04 September 2020 - 06:35 WIB
loading...
Hasil Penelitian UNICEF,...
Foto: dok/Reuters
A A A
NEW YORK - Kondisi lingkungan, ekonomi, dan sosial yang bagus ternyata tidak menjamin kesehatan mental anak. Faktanya banyak anak di negara maju yang mengalami depresi. Banyak dari mereka memiliki tingkat kebahagiaan rendah dan perlu mendapatkan perhatian khusus.

Fakta itu didasarkan atas hasil penelitian Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) di negara anggota Uni Eropa (UE) dan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Mereka menemukan anak-anak di negara maju rentan mengalami stres. (Baca: Megawati Mengaku Masih Ada yang Memanas-manasi untuk Maju Pilpres)

“Anak-anak yang memiliki kesehatan mental positif akan memiliki perasaan dan pikiran positif. Hal itu merupakan aspek utama yang perlu diperhatikan agar mereka memiliki kualitas hidup terbaik,” ungkap UNICEF dalam laporannya World of Influence: Understanding What Shapes Child Well-being in Rich Countries.

Menurut mereka, hanya 12 dari 41 negara maju yang memiliki lingkungan bagus. Sebesar 75% anak-anak berusia 15 tahun di negara tersebut mengaku puas, sedangkan kebanyakan anak-anak di 29 negara mengaku mengalami depresi.

Sejauh ini tidak ada data lengkap yang dapat digunakan untuk melakukan komparasi dalam menentukan kesehatan mental anak-anak di negara maju. Namun, menurut UNICEF, angka bunuh diri anak-anak berusia 15–19 tahun di negara maju masih tinggi dan itu membuktikan kesehatan mental mereka rawan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Juta Warga Israel...
2 Juta Warga Israel Hadapi Krisis Kesehatan Mental setelah 2 Tahun Perang di Gaza
Israel Hadapi Tsunami...
Israel Hadapi 'Tsunami Kesehatan Mental' setelah 2 Tahun Perang Gaza
Gawat, Lebih dari 1...
Gawat, Lebih dari 1 Juta Orang Bahas Keinginan Bunuh Diri dengan ChatGPT Setiap Pekan
Kepala UNICEF: Serangan...
Kepala UNICEF: Serangan Israel Terbaru Bunuh Anak-anak dalam Jumlah Terbesar Sehari
Rusia Sebut Kepala UNICEF...
Rusia Sebut Kepala UNICEF Anggap Anak-anak di Gaza Kurang Penting Dibanding Anak-anak di Ukraina
300.000 Warga Israel...
300.000 Warga Israel Terganggu Kesehatan Mentalnya sejak 7 Oktober 2023
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
Serangan Rudal dan Drone...
Serangan Rudal dan Drone Rusia Tewaskan Setidaknya 23 Orang di Ukraina
Pendiri SoftBank Masayoshi...
Pendiri SoftBank Masayoshi Son Jadi Orang Terkaya di Asia, Hartanya Tembus Rp1.750 Triliun
Rekomendasi
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
Berita Terkini
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved