Memanas, Rusia Bakal Gelar Latihan di Laut Mediterania
Kamis, 03 September 2020 - 23:03 WIB
loading...
A
A
A
“Ada orang-orang yang datang dari ribuan kilometer dan mencoba untuk menggertak, mengklaim hak dan memainkan peran malaikat pelindung,” kata Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar dalam sebuah postingan di Twitter, dengan referensi yang jelas ke Prancis.
“(Turki) tidak mungkin menerima ini, mereka akan kembali secepat mereka datang,” imbuhnya.
Eksplorasi energi Turki di Mediterania timur telah memicu ketegangan dengan Yunani dan Siprus yang berakar pada interpretasi yang bertentangan tentang perbatasan laut, serta perseteruan antara Turki dan Siprus atas cadangan gas di sekitar pulau itu, yang sepertiga utaranya dikendalikan oleh pasukan Turki.
Ketegangan baru muncul minggu ini ketika Amerika Serikat (AS) melonggarkan embargo senjata yang telah berlangsung selama puluhan tahun di Siprus. Turki mengutuk langkah itu dan mendesak Washington untuk membatalkannya, dengan mengatakan bahwa pihaknya akan mengambil "langkah timbal balik" untuk melindungi warga Siprus yang berbahasa Turki.(Baca juga: Erdogan Sebut Pemimpin Prancis dan Yunani Rakus dan Tidak Kompeten )
Pasukan Turki merebut sepertiga utara Siprus pada tahun 1974, menyusul upaya kudeta di mana junta militer di Athena berusaha untuk menyatukan Siprus dengan Yunani. Republik Siprus secara resmi memiliki kedaulatan atas seluruh pulau, meskipun pada dasarnya tetap terbagi.
“(Turki) tidak mungkin menerima ini, mereka akan kembali secepat mereka datang,” imbuhnya.
Eksplorasi energi Turki di Mediterania timur telah memicu ketegangan dengan Yunani dan Siprus yang berakar pada interpretasi yang bertentangan tentang perbatasan laut, serta perseteruan antara Turki dan Siprus atas cadangan gas di sekitar pulau itu, yang sepertiga utaranya dikendalikan oleh pasukan Turki.
Ketegangan baru muncul minggu ini ketika Amerika Serikat (AS) melonggarkan embargo senjata yang telah berlangsung selama puluhan tahun di Siprus. Turki mengutuk langkah itu dan mendesak Washington untuk membatalkannya, dengan mengatakan bahwa pihaknya akan mengambil "langkah timbal balik" untuk melindungi warga Siprus yang berbahasa Turki.(Baca juga: Erdogan Sebut Pemimpin Prancis dan Yunani Rakus dan Tidak Kompeten )
Pasukan Turki merebut sepertiga utara Siprus pada tahun 1974, menyusul upaya kudeta di mana junta militer di Athena berusaha untuk menyatukan Siprus dengan Yunani. Republik Siprus secara resmi memiliki kedaulatan atas seluruh pulau, meskipun pada dasarnya tetap terbagi.
(ber)
Lihat Juga :